LPS Ungkap 25 Juta Warga RI Belum Punya Rekening Bank
JAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mendukung langkah pemerintah dalam memperluas inklusi keuangan masyarakat melalui program Satu Orang Satu Rekening. Sebab, masih ada 25 juta warga yang belum memiliki rekening.
Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu mengatakan, bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga (K/L), terutama dalam hal verifikasi data dan penetapan kriteria calon penerima manfaat.
"LPS mendukung pelaksanaan program tersebut melalui koordinasi dengan kementerian/lembaga terkait, khususnya dalam penyelarasan data dan kriteria calon peserta program," ujar Anggito dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Berdasarkan data LPS, kelompok masyarakat usia produktif berusia di atas 17 tahun yang belum tersentuh rekening perbankan (unbanked) diperkirakan mencapai 25 juta jiwa. Data ini menjadi pijakan dasar bagi pemerintah dalam merumuskan strategi pemerataan akses layanan keuangan.
"Jumlah penduduk yang belum memiliki rekening usia di atas 17 tahun adalah sekitar 25 juta," ungkapnya.
Anggito meyakini bahwa dengan koordinasi kelembagaan yang solid, percepatan kepemilikan rekening perbankan dapat menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini belum terlayani oleh industri keuangan formal.
"LPS mendukung program Pemerintah yang berencana meningkatkan jumlah penduduk yang memiliki rekening," pungkas Anggito.









