Aksi Jual Investor Asing Sepanjang 2026 Tercatat Tembus Rp94,87 Triliun, IHSG Terkoreksi 37,82
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat aksi jual investor asing di pasar saham tembus Rp94,87 triliun sejak Januari hingga 23 Oktober 2026. Secara year to date, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga tercatat koreksi 37,82, berakhir ditutup di level 5.439.
Aksi jual asing tercatat masih menerus hingga penutupan pada perdagangan kemarin, Jumat (23/10/2026). Selama pekan tersebut, investor asing membukukan penjualan bersih sebesar Rp6,67 triliun atau setara USD369,83 juta.
Nilai tersebut lebih besar dibandingkan net sell pada pekan sebelumnya yang mencapai Rp3,19 triliun atau USD177,04 juta. Dengan demikian, tekanan jual bersih investor asing meningkat sekitar 109,2 secara mingguan dalam denominasi rupiah.
Baca Juga: IHSG Sepanjang September 2026 Ambles 6,96, Aksi Jual Asing Tembus Rp10,24 TriliunDi sisi lain, komposisi nilai perdagangan berdasarkan investor domestik dan asing relatif tidak berubah. Investor domestik menyumbang sekitar 60 dari nilai transaksi, sedangkan investor asing berkontribusi sekitar 40.
Meski demikian, perdagangan pekan ini indeks mulai kembali mencatatkan penguatan jika dibandingkan pekan lalu. IHSG ditutup menguat 4,9 pada perdagangan Jumat (24/10/2026) ke level 5.439.Baca Juga: IHSG Sepekan Menguat 4,90 Bikin Kapitalisasi Pasar BEI Naik ke Rp9.583 Triliun
Sejalan dengan penguatan indeks, kapitalisasi pasar BEI meningkat 4,66 menjadi Rp9.583 triliun dari sebelumnya Rp9.157 triliun. IHSG ditutup pada level 5.439 pada pekan ini atau naik 4,90 dibandingkan penutupan pekan sebelumnya di level 5.185.
Sejalan dengan penguatan indeks, kapitalisasi pasar BEI meningkat 4,66 persen menjadi Rp9.583 triliun dari sebelumnya Rp9.157 triliun. Aktivitas perdagangan juga menunjukkan peningkatan.
Rata-rata nilai transaksi harian naik 25,42 menjadi Rp20,34 triliun, dibandingkan Rp16,22 triliun pada pekan sebelumnya. Sementara rata-rata frekuensi transaksi harian turut meningkat 13,80 menjadi 1,95 juta kali transaksi dari sebelumnya 1,72 juta kali transaksi.









