Ekonomi RI Ibarat Bom Waktu, Menko Airlangga: Fundamental Masih Solid

Ekonomi RI Ibarat Bom Waktu, Menko Airlangga: Fundamental Masih Solid

Ekonomi | sindonews | Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:02
share

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menegaskan, fundamental ekonomi Indonesia masih solid di tengah kekhawatiran kondisi perekonomian nasional yang diibaratkan seperti bom waktu. Pernyataan ini disampaikan Airlangga menyusul terjadinya gejolak pasar modal baru-baru ini yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok akibat sentimen Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Menko Airlangga mengatakan, ketidakpastian global memang masih membayangi perekonomian. Namun menurutnya, kondisi tersebut tidak mengubah fundamental ekonomi Indonesia yang tetap kuat.

Baca Juga: Prabowo Kirim Pesan ke MSCI: Indonesia Tidak Takut Siapapun!

"Tetapi ekonomi Indonesia secara fundamental masih solid dan terbukti di antara berbagai negara pertumbuhan ekonomi kita juga tertinggi," ujar Airlangga, dijumpai usai Rapat Koordinasi Dukungan Kementerian/Lembaga untuk Pengembangan KEK Triwulan III 2026, Rabu (21/10/2026).

Airlangga menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,45, lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia yang berada di kisaran 3. Selain itu, tingkat inflasi nasional masih terkendali di kisaran 3.

Baca Juga: Mantan Mendag Tuding Ada Manuver Asing Tekan MSCI, Bos BEI Angkat Suara

"Termasuk di G20 di 5,45 persen, rata-rata dunia di 3 persen. Kemudian inflasi kita juga masih sekitar 3 persen yang jauh lebih rendah dibandingkan berbagai negara lain. Cadangan devisa kita juga relatif kuat untuk lima bulan impor. Indonesia sih confident," jelasnya.

Lebih jauh Menko Airlangga menyebut, MSCI bukan satu-satunya lembaga penyedia indeks yang menjadi acuan investor global dalam menilai pasar modal suatu negara. Masih terdapat lembaga lain seperti FTSE Russell yang memiliki metodologi dan hasil penilaian berbeda.

"Kita sih confident saja dengan tata kelola yang sedang disiapkan dan Indonesia tidak tergantung hanya pada satu rating aja," tegas Airlangga.

Topik Menarik