Harga CPO Naik Lebih dari 1 Persen Sepekan, Pasar Cermati Kebijakan Malaysia
IDXChannel - Harga minyak sawit mentah (CPO) berbalik melemah pada perdagangan Jumat (9/10/2026), setelah pemerintah Malaysia tidak mengumumkan penghapusan bea ekspor yang sebelumnya diharapkan pasar.
Meski demikian, harga CPO masih mencatat kenaikan mingguan pertama dalam tiga pekan.
Kontrak CPO paling aktif untuk pengiriman Oktober di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 1,48 persen menjadi 4.592 ringgit Malaysia per metrik ton pada penutupan perdagangan. Dalam sepekan, kontrak tersebut berhasil menguat 1,26 persen.
Trader dari perusahaan perdagangan berbasis Kuala Lumpur, Iceberg X Sdn Bhd, David Ng, mengatakan harga CPO berbalik melemah setelah optimisme pasar terhadap kemungkinan penghapusan bea ekspor Malaysia mereda.
"Pasar sebelumnya berspekulasi bahwa Malaysia dapat mengusulkan penghapusan bea ekspor CPO dalam penyampaian anggaran pada Jumat, sehingga ekspor Malaysia menjadi lebih kompetitif dibandingkan Indonesia. Namun, dalam pengumuman anggaran tersebut, pemerintah hanya mengumumkan kebijakan dukungan yang berfokus pada bantuan peremajaan untuk petani kecil," kata David, dikutip Reuters.
Dia memperkirakan perdagangan CPO pekan depan berlangsung hati-hati karena investor mencermati laporan neraca pasokan dan permintaan dari Malaysian Palm Oil Board (MPOB), terutama data persediaan September dan kinerja ekspor.
Survei Reuters menunjukkan persediaan minyak sawit Malaysia diperkirakan mencapai rekor tertinggi pada September, melampaui puncak yang tercatat pada Desember 2018.
Kenaikan tersebut terjadi seiring produksi yang melonjak ke level rekor dan melampaui permintaan ekspor yang masih lesu.
MPOB diperkirakan merilis data tersebut pada Senin (12/10/2026) pekan depan.
Di pasar minyak nabati lainnya, kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian naik 0,91 persen, sedangkan kontrak minyak sawit menguat 0,83 persen. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade juga naik 0,49 persen.
Harga CPO turut mengikuti pergerakan harga minyak nabati pesaing karena komoditas tersebut bersaing memperebutkan pangsa pasar minyak nabati global.
Di sisi lain, harga minyak mentah melemah setelah kekhawatiran terhadap pasokan dari Timur Tengah mereda.
7 Fakta Warga Usia 17 Tahun Dapat Rekening Bank Saldo Rp50.000 hingga Pakai APBN Rp11 Triliun
Presiden AS Donald Trump menyatakan Washington tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu AS bulan depan, di tengah pembicaraan yang disebut produktif untuk mengakhiri perang yang telah mengganggu pasar energi global.
Penurunan harga minyak mentah membuat CPO menjadi kurang menarik sebagai bahan baku biodiesel. (Aldo Fernando)









