UMKM Dituntut Ikuti Selera Gen Z agar Tak Ketinggalan Pasar
JAKARTA — Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu memahami perubahan selera konsumen, khususnya generasi Z, agar produk yang ditawarkan tetap relevan di pasar. Preferensi terhadap produk lokal, gaya hidup sehat, hingga fesyen olahraga dinilai menjadi tren yang perlu diperhatikan pelaku UMKM.
Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Perkumpulan Bumi Alumni (PBA) Dewi Tenty mengatakan kemampuan membaca tren pasar menjadi salah satu tantangan bagi UMKM untuk berkembang dan naik kelas.
“Setiap tahun sekitar 20-30 UMKM terlibat dalam eksibisi, bukan bazar, sehingga seleksi produk lebih ketat. Tantangan utama UMKM adalah memahami selera pasar, khususnya tren di kalangan Gen Z yang lebih menyukai produk lokal, sehat, dan fashion olahraga,” ujar Dewi, Minggu (4/10/2026).
Gen Z Jadi Pasar yang Perlu Dibaca UMKM
Menurut Dewi, pelaku UMKM tidak cukup hanya mempertahankan produk yang sudah ada. Pelaku usaha perlu mempelajari perkembangan pasar dan menyesuaikan produk dengan kebutuhan serta gaya hidup konsumen.
Preferensi Gen Z terhadap produk lokal, makanan dan minuman yang lebih sehat, serta fesyen olahraga menjadi sejumlah tren yang dapat menjadi pertimbangan pelaku UMKM dalam mengembangkan produknya.
Eksibisi Jadi Ruang Uji Produk
PBA secara konsisten menggelar eksibisi UMKM selama lima tahun terakhir. Setiap penyelenggaraan melibatkan sekitar 20-30 pelaku usaha yang telah melalui proses seleksi.
Dewi mengatakan eksibisi tersebut berbeda dengan bazar karena produk yang ditampilkan diseleksi lebih ketat. Kegiatan itu sekaligus menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk dan melihat respons pasar secara langsung.
“Kami akan terus menyelenggarakan eksibisi UMKM secara konsisten setiap tahun. Pelaku UMKM diharapkan mempelajari tren pasar, khususnya preferensi Gen Z terhadap produk lokal, sehat, dan fashion olahraga,” katanya.
Koperasi Didorong Perkuat Akses Pasar
Di sisi lain, penguatan koperasi dinilai dapat mendukung UMKM dalam memperluas akses produksi dan pemasaran.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengapresiasi upaya PBA dalam mengembangkan koperasi dan UMKM melalui pembinaan serta eksibisi produk lokal.
“Koperasi kini menjadi salah satu prioritas nasional dalam menggerakkan perekonomian,” ujar Ferry.
Ketua Umum PBA Ary Zulfikar mengatakan PBA membentuk Koperasi UMKM Alumni Indonesia (KUALI) untuk membantu anggota dalam produksi dan pemasaran produk lokal.
“Keberadaan koperasi dapat membangun ekosistem usaha yang memberi manfaat bagi pelaku UMKM,” ujar Ary.
Sementara itu, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang juga Ketua Dewan Pembina PBA, Bambang Soesatyo, mengajak masyarakat mendukung pelaku UMKM dengan membeli produk-produk lokal yang dipasarkan melalui kegiatan eksibisi.









