Ekspansi Industri Buka Peluang Baru Bisnis Infrastruktur

Ekspansi Industri Buka Peluang Baru Bisnis Infrastruktur

Ekonomi | sindonews | Senin, 28 September 2026 - 19:40
share

Perkembangan kawasan industri turut menciptakan kebutuhan terhadap infrastruktur penunjang, mulai dari listrik, air, kepelabuhanan, fasilitas penyimpanan hingga jasa logistik, yang membuka peluang pertumbuhan bagi bisnis infrastruktur terintegrasi seperti PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA).

Head of Equity Research KB Valbury Sekuritas Fikri C Permana mengatakan CDIA memiliki empat pilar bisnis, yakni energi, air, kepelabuhanan dan penyimpanan, serta logistik. Seluruh lini bisnis tersebut terhubung dengan aktivitas industri di Kawasan Industri Krakatau (KIK) dan wilayah sekitarnya di Cilegon, Banten, yang menjadi salah satu kawasan industri berat dan petrokimia.

"CDIA berada pada ekosistem yang kebutuhan infrastrukturnya mengikuti perkembangan aktivitas industri. Karena itu, pertumbuhan kawasan dapat membuka peluang bagi peningkatan permintaan terhadap energi, utilitas maupun layanan logistik," ujar Fikri seperti dikutip pada Senin (28/9/2026).

Baca Juga:Mengenal Saham CDIA, Profil dan Bisnisnya Sebelum Berinvestasi

Peluang tersebut tercermin dari kinerja CDIA pada semester I 2026. Berdasarkan laporan riset KB Valbury Sekuritas, pendapatan perseroan mencapai USD82,1 juta atau tumbuh 22,8 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, terutama ditopang oleh bisnis energi dan logistik.Pendapatan segmen energi mencapai USD51,8 juta atau meningkat 5,4 secara tahunan, sedangkan pendapatan logistik tumbuh lebih tinggi sebesar 80,2 menjadi USD27 juta. Namun, pertumbuhan pendapatan tersebut berlangsung di tengah tekanan biaya, dengan biaya pendapatan meningkat 30,9 dan beban operasional melonjak 103,2 secara tahunan.

Dari sisi kawasan, KIK I dan KIK II telah mencatat tingkat okupansi masing-masing sekitar 73 dan 92. Sementara itu, KIK III masih dalam tahap pengembangan untuk mendukung ekosistem petrokimia dan kendaraan listrik, dengan sekitar 253 hektare lahan yang belum dikembangkan.

Menurut Fikri, ekspansi kawasan tersebut berpotensi meningkatkan kebutuhan energi dan utilitas. Riset KB Valbury Sekuritas memperkirakan konsumsi listrik nasional tumbuh sekitar 5 per tahun hingga 2034, sedangkan kebutuhan listrik sektor industri diproyeksikan tumbuh lebih tinggi, yakni sekitar 5,9 per tahun.

Potensi permintaan juga dapat berasal dari proyek Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) milik Chandra Asri Pacific. Proyek yang mencakup fasilitas Chlor Alkali berkapasitas 400 KTA dan EDC 500 KTA tersebut telah mencapai progres konstruksi 72 hingga Juli 2026 dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.

Baca Juga:CDIA Catatkan Pendapatan USD82,1 Juta di Semester I 2026, Ditopang Usaha Logistik

Bagi CDIA, pengembangan proyek CA-EDC berpotensi menambah kebutuhan terhadap listrik, air, kepelabuhanan, penyimpanan, dan layanan logistik. Meski demikian, besaran kontribusi proyek tersebut terhadap pendapatan maupun laba CDIA belum dapat dipastikan karena belum terdapat estimasi spesifik yang diungkapkan.

Keterkaitan CDIA dengan ekosistem industri juga tercermin dari transaksi pihak berelasi yang menyumbang 22,3 terhadap pendapatan perseroan pada semester I 2026. Pada bisnis logistik, Chandra Asri Group menyumbang sekitar 60 kapasitas pengiriman CDIA melalui kontrak time charter yang umumnya memiliki tenor hingga masa ekonomis kapal.

Dengan demikian, peluang pertumbuhan CDIA tidak hanya berasal dari ekspansi masing-masing lini bisnis, tetapi juga dari perkembangan kawasan industri yang menjadi basis permintaannya. Peningkatan aktivitas industri, kebutuhan listrik yang terus tumbuh, serta ekspansi fasilitas produksi berpotensi menciptakan permintaan baru terhadap layanan energi, utilitas, kepelabuhanan, penyimpanan, dan logistik yang disediakan CDIA.

Topik Menarik