Badai PHK Hantam Starbucks! 250 Gerai Tutup dan Ratusan Karyawan Kehilangan Pekerjaan

Badai PHK Hantam Starbucks! 250 Gerai Tutup dan Ratusan Karyawan Kehilangan Pekerjaan

Ekonomi | sindonews | Jum'at, 25 September 2026 - 21:31
share

Raksasa kedai kopi dunia, Starbucks resmi mengambil tindakan drastis dengan menutup sekitar 250 gerai yang dinilai tidak menguntungkan di seluruh Amerika Utara pekan ini. Langkah ekstrem ini diambil sebagai bagian dari strategi efisiensi biaya dan transformasi finansial perusahaan di bawah kepemimpinan CEO Brian Niccol.

Tidak hanya menutup ratusan kedai, gelombang restrukturisasi ini juga memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 900 posisi, mencakup staf operasional hingga ratusan pekerja tingkat korporat.

Penutupan 250 kedai Starbucks merupakan gelombang pengurangan gerai kedua sejak Brian Niccol menjabat sebagai CEO pada September 2024. Starbucks mengungkapkan bahwa penutupan kali ini memicu biaya restrukturisasi langsung sekitar USD300 juta.

Baca Juga: Gerai Pertama Starbucks di Indonesia Kembali Buka, Suguhkan Konsep Ngopi PremiumLangkah ini merupakan bagian dari rencana restrukturisasi besar-besaran yang disetujui dewan komisaris pada September 2025 lewat strategi bertajuk "Back to Starbucks". Total biaya restrukturisasi diperkirakan mencapai USD1 miliar (sekitar Rp15 triliun), di mana 90 dialokasikan khusus untuk operasional Amerika Utara.

Rincian alokasi biaya restrukturisasi meliputi, USD150 juta untuk pesangon dan pemutusan hubungan kerja karyawan. Lalu untuk pelepasan dan penurunan nilai aset gerai (store assets impairment) disiapkan USD400 juta.

Lalu ada USD450 juta, yang diperuntukkan sebagai biaya percepatan pemutusan sewa tempat (accelerated lease costs). Dalam upaya menekan biaya hingga USD2 miliar pada tahun fiskal 2028, Niccol secara agresif telah memangkas tenaga kerja korporat secara bertahap.

Dua ribu lebih posisi korporat dipangkas pada tahun sebelumnya, disertai penghapusan ratusan lowongan kerja yang belum terisi. Sedangkan pada Agustus ada 200 lebih karyawan terkena PHK, mencakup divisi desain, pengembangan, dan teknologi yang menolak relokasi ke kantor baru di Nashville, Tennessee.

Ditambah ada 300 posisi korporat AS dieliminasi awal tahun ini seiring dengan penutupan resmi kantor regional di Chicago, Atlanta, Dallas, dan Burbank. Baca Juga: Ekspansi Kedai Kopi RI Tembus Pasar Australia

Chief Operating Officer (COO) Starbucks, Mike Grams menyampaikan, pesan emosional kepada para pekerja. "Beberapa kedai kopi kami terus mencatatkan kinerja di bawah target, terlepas dari kerja keras dan komitmen luar biasa dari Anda semua," ujar Mike Grams.

Starbucks menyatakan akan berupaya memindahkan para barista dari gerai yang tutup ke lokasi lain, serta memberikan paket pesangon bagi karyawan yang terpaksa berpisah. Hingga akhir Juni, Starbucks tercatat memiliki 11.149 gerai yang dikelola langsung di Amerika Utara. Angka tersebut turun sekitar 300 gerai dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Guna memulihkan pertumbuhan, Starbucks mengalihkan fokus ekspansi gerai masa depannya ke pasar luar Amerika Utara. Sementara untuk pasar domestik AS, perusahaan tengah merancang konsep gerai baru dengan ukuran yang lebih ramping (scaled-down footprint) untuk menekan biaya operasional.

Topik Menarik