Regulasi Kripto AS Tertunda, Bitcoin Tetap Stabil di Kisaran USD80.000

Regulasi Kripto AS Tertunda, Bitcoin Tetap Stabil di Kisaran USD80.000

Ekonomi | sindonews | Kamis, 24 September 2026 - 14:04
share

Pasar aset kripto mulai menunjukkan pemulihan setelah Senat Amerika Serikat (AS) gagal memajukan CLARITY Act pada 15 September 2026. Bitcoin kembali menguat dalam sepekan meski ketidakpastian regulasi dan volatilitas pasar masih menjadi perhatian pelaku industri.

"Perkembangan regulasi dapat memengaruhi sentimen dalam jangka pendek, tetapi pasar juga mempertimbangkan likuiditas, kondisi makroekonomi, dan posisi pelaku pasar," kata Direktur Operasional Bittime Ryan Lymn seperti dikutip pada, Kamis (24/9/2026).

Baca Juga:2 Miliarder Kripto Ini Sumbang Rp1,7 Triliun untuk Partai Sayap Kanan Inggris

Mengutip Reuters, Senat AS gagal memajukan CLARITY Act setelah rancangan tersebut tidak mencapai ambang 60 suara yang dibutuhkan. Pemungutan suara pada 15 September berakhir dengan 50 suara mendukung dan 49 menolak, sementara Bitcoin sempat terkoreksi sekitar 4 setelah perkembangan tersebut.

Tekanan juga terjadi di pasar derivatif dengan hampir USD500 juta posisi long dilikuidasi ketika tekanan pasar meningkat. Namun, pasar kemudian kembali stabil, dengan data per 18 September menunjukkan Bitcoin menguat 0,30 secara mingguan dan Ethereum naik 0,73, sedangkan kapitalisasi pasar kripto global meningkat 1,14 menjadi sekitar USD2,66 triliun.

Berdasarkan data CoinMarketCap pada Kamis (24/9) siang, Bitcoin berada di kisaran USD84.000 atau melemah 3,01 dalam 24 jam, tetapi masih menguat 10,13 dalam sepekan. Sehari sebelumnya, harga Bitcoin sempat mencapai kisaran USD86.000.Trader aset kripto Alexander Brian menilai kegagalan memajukan CLARITY Act membuat upaya memberikan kepastian regulasi bagi industri kripto AS masih berlanjut. Menurut dia, ketidakpastian regulasi dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi sentimen investor, meskipun pergerakan harga aset kripto juga dipengaruhi berbagai faktor lainnya.

Baca Juga:Voting Senat AS Ganjal RUU Aset Digital, Investor Kripto Cermati Risiko Pasar

Pemulihan pasar berlanjut pada pekan berikutnya. Mengutip The Block, Bitcoin kembali menembus USD85.000 pada 21 September, sementara lebih dari USD750 juta posisi kripto dilikuidasi dalam 24 jam, termasuk sekitar USD648,3 juta posisi short, sedangkan arus dana masuk bersih ke ETF Bitcoin spot AS mencapai sekitar USD433 juta pada 18 September.

Ryan mengingatkan investor untuk memahami karakteristik aset kripto dan mempertimbangkan risiko sebelum melakukan transaksi. "Aset kripto merupakan aset dengan volatilitas tinggi. Investor perlu memahami aset yang diperdagangkan, mengikuti perkembangan pasar, dan mempertimbangkan risikonya sebelum mengambil keputusan transaksi," ujarnya.

Topik Menarik