Stok Minyak Singapura Tembus 42,64 Juta Barel, Indonesia Jadi Pembeli Bensin Terbesar

Stok Minyak Singapura Tembus 42,64 Juta Barel, Indonesia Jadi Pembeli Bensin Terbesar

Ekonomi | sindonews | Kamis, 17 September 2026 - 22:23
share

Persediaan produk minyak di Singapura meningkat menjadi 42,64 juta barel pada pekan yang berakhir 16 September 2026, level tertinggi dalam hampir empat bulan. Indonesia menjadi tujuan ekspor bensin terbesar Singapura dengan volume sekitar 362.000 ton, di tengah peningkatan stok produk olahan ringan dan bahan bakar diesel.

Mengutip Reuters, Kamis (17/9/2026), data Enterprise Singapore menunjukkan total persediaan produk minyak di daratan naik dari 40,47 juta barel pada pekan sebelumnya. Kenaikan terutama didorong oleh produk olahan ringan (light distillates), termasuk bensin dan nafta, yang stoknya mencapai 13,81 juta barel atau tertinggi sejak 27 Mei 2026.

Baca Juga:Peta Perdagangan Minyak Dunia Berubah, Asia Kini Dipaksa Berburu dari Amerika

Impor bensin Singapura tercatat sekitar 303.000 ton atau setara 2,6 juta barel, sedangkan ekspor mencapai sekitar 785.000 ton. Indonesia menyerap volume terbesar dengan sekitar 362.000 ton, disusul Australia sebesar 132.000 ton. Dari sisi impor, Taiwan menjadi pemasok utama dengan hampir 125.000 ton, diikuti China sekitar 74.000 ton.

Sementara itu, impor nafta mencapai sekitar 162.000 ton atau setara 1,5 juta barel, dengan Kuwait sebagai pemasok terbesar sebanyak hampir 48.000 ton dan Trinidad dan Tobago sekitar 31.000 ton. Singapura juga mengekspor sekitar 13.900 ton nafta, yang seluruhnya dikirim ke Indonesia.

Persediaan produk sulingan menengah (middle distillates), termasuk diesel dan gasoil, meningkat untuk pekan kedua berturut-turut menjadi hampir 8,7 juta barel. Persediaan tersebut merupakan level tertinggi dalam hampir satu bulan, sementara ekspor bersih diesel dan gasoil turun 61 secara mingguan dan impor meningkat hampir tiga kali lipat.

China, Korea Selatan, dan Malaysia menjadi pemasok utama diesel dan gasoil ke Singapura. Pelaku pasar memperkirakan aliran pasokan dari ketiga negara tersebut masih berlanjut dalam waktu dekat, sedangkan tujuan ekspor bahan bakar untuk transportasi dan kebutuhan industri terutama Indonesia dan Malaysia.

Baca Juga:AS akan Kirim 40.000 Bom ke Israel dalam Paket Persenjataan Baru

Untuk bahan bakar jet, ekspor bersih meningkat 75 secara mingguan, ketika total impor komoditas tersebut turun 100 pada periode yang sama. Perubahan arus perdagangan tersebut turut memengaruhi komposisi persediaan produk minyak di pusat perdagangan bahan bakar Asia tersebut.

Di sisi lain, stok bahan bakar residu (residual fuel) turun 1 menjadi 20,14 juta barel atau sekitar 3,17 juta ton, meski masih berada di atas 20 juta barel. Impor fuel oil meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi lebih dari 915.000 ton, dengan Brasil dan Uni Emirat Arab sebagai pemasok utama, sedangkan ekspor naik 44,6 menjadi lebih dari 223.000 ton dan sebagian besar dikirim ke China serta Taiwan.

Topik Menarik