Memanjakan Diri, Generasi 40 Tahun ke Atas Jadi Peluang Pasar Baru
Pergeseran lanskap ekonomi demografi di Indonesia menempatkan kelompok masyarakat berusia di atas 40 tahun sebagai mesin penggerak pasar baru yang kian menjanjikan. Studi bertajuk Decoding the Prime Generation yang dirilis Hakuhodo Institute of Life and Living ASEAN (HILL ASEAN) mengungkapkan, kelompok konsumen paruh baya kini bertransformasi menjadi segmen Prime Generation yang tidak hanya mapan secara finansial tetapi juga adaptif terhadap ekosistem digital.
Group CEO Hakuhodo International Indonesia, Devi Attamimi, mengatakan keterikatan kuat antara daya beli tinggi dan fleksibilitas digital kelompok usia ini merupakan momentum penting bagi para pelaku usaha untuk meredesain fokus strategi bisnis mereka. Menurutnya, dominasi ketergantungan industri pada segmen konsumen muda sudah saatnya dievaluasi guna mengoptimalkan potensi dari kelompok konsumen mapan yang selama ini luput dari perhatian utama pemasar.
"Selama bertahun-tahun, para pemasar menjadikan konsumen muda sebagai sumber utama pertumbuhan. Padahal, segmen konsumen berusia 40 tahun ke atas kini mulai muncul sebagai salah satu peluang pasar terbesar," ujar Devi Attamimi seperti dikutip Jumat (4/9/2026).
Baca Juga:Bangun Citra Bertahun-tahun, Kini PM Modi Dikalahkan Gen Z
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat populasi berusia di atas 40 tahun berkontribusi sebesar 38,2 dari total penduduk Indonesia, dengan kelompok usia 55–59 tahun tercatat memegang rata-rata pendapatan tertinggi. Penetrasi internet pada segmen Generasi X pun tergolong masif yakni mencapai 79,48 berdasarkan data APJII. Fakta ini mendobrak stigma lama bahwa kelompok paruh baya berada dalam fase penurunan konsumsi atau gagap teknologi.Pola perilaku ekonomi Prime Generation memperlihatkan kebiasaan belanja yang unik, di mana 51,1 responden secara aktif mengalokasikan dana untuk self-reward atau pemenuhan kepuasan personal. Tingkat pemanfaatan platform e-commerce pada kelompok ini mencapai 57 mengungguli kelompok usia di bawah 40 tahun yang berada di angka 48 dengan 73,3 di antaranya telah terbiasa melakukan transaksi melalui kanal live commerce.
Orientasi konsumsi kelompok ini juga bergeser secara linear dari kuantitas menuju kualitas seiring bertambahnya usia, di mana preferensi terhadap produk bermutu meningkat hingga 53,5 persen pada kelompok usia 60–69 tahun. Konsumerisme mereka tidak hanya didorong pemenuhan kebutuhan dasar, melainkan oleh pencarian pengalaman baru, investasi pada kesehatan fisik dan mental, serta pengembangan kapasitas diri melalui teknologi.Senior Director of Strategy & Head of Sei-katsu-sha Lab HILL ASEAN, Rian Prabana, menekankan Prime Generation berada pada titik puncak produktivitas yang menginginkan pengalaman hidup berkualitas tinggi. "Dengan kemampuan finansial yang kuat dan keinginan untuk tetap memanjakan diri, mereka mencari pengalaman konsumsi yang dapat membuat hidup terasa lebih berarti," jelas Rian.
Baca Juga:Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
Analisis terhadap Prime Generation mencakup riset di enam negara ASEAN dan Jepang ini menegaskan perlunya adaptasi industri dalam merancang produk, rantai pasok, hingga pendekatan komunikasi merek. Pemahaman komprehensif terhadap dinamika psikografis dan kemampuan finansial kelompok usia 40 tahun ke atas akan menjadi kunci utama bagi para pelaku usaha untuk menciptakan ceruk pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan.









