Siapkan Operasi Ekonomi Terbesar untuk Tumbangkan Iran, Menkeu AS: Kalau Tak Bersama Kami, Berarti Melawan!
Menteri Keuangan Amerika Serikat (Menkeu AS) Scott Bessent menyampaikan pernyataan keras yang mengguncang panggung diplomasi global. Pemerintah AS bersiap meluncurkan operasi isolasi ekonomi terbesar dalam sejarah yang dirancang untuk meruntuhkan rezim Iran secara total tanpa perlu memulai kembali serangan militer skala besar.
Dalam sebuah wawancaran, Bessent memberikan ultimatum tegas kepada seluruh negara sekutu dan mitra dagang internasional: "Anda berada di pihak kami, atau melawan kami."
Langkah agresif ini merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Presiden Donald Trump yang mengancam akan menjatuhkan konsekuensi ekonomi luar biasa bagi negara manapun yang memberikan bantuan atau jalur transaksi keuangan bagi Teheran.
Baca Juga: 3 Alasan UEA Berlakukan Embargo Perdagangan Tanpa Batas kepada Iran
Bessent menegaskan bahwa seluruh kekuatan Kementerian Keuangan AS akan dikerahkan untuk menindak pihak-pihak yang melanggar. Mulai dari pemblokiran penuh terhadap bank atau entitas asing yang memfasilitasi transfer dana ke Iran.
Lalu dilanjutkan dengan penghentian total pembelian minyak mentah serta produk olahan dari Iran. Namun detail penuh mengenai paket sanksi baru ini dijadwalkan baru akan dipublikasikan secara resmi dalam konferensi pers pada 24 Agustus 2026, mendatang.
"Jika Anda bersikeras berbisnis dengan mereka, baik mentransfer uang, membeli minyak mereka. Maka Departemen Keuangan AS dan pemerintah AS akan menurunkan seluruh kekuatan mereka untuk menegakkan hukum terhadap Anda," kata Menkeu AS, Scott Bessent merujuk pada mitra dagang internasional AS.
Baca Juga: Sanksi Ekonomi Trump Ancam Negara Pendukung Iran Bikin China Serba Salah
Tekanan ekonomi masif ini datang saat masyarakat Iran tengah berjuang menghadapi lonjakan inflasi yang mencekik. Laporan mencatat harga kebutuhan pokok di Iran melonjak rata-rata 60, sementara harga bahan makanan membengkak hingga dua kali lipat dalam kurun waktu setahun terakhir.
Meski dihantam kombinasi sanksi, blokade pelabuhan, hingga penutupan lalu lintas di Selat Hormuz yang memicu lonjakan harga minyak dunia, pemerintah Iran meyakini ekonominya tidak akan runtuh begitu saja. Pengalaman hidup di bawah cengkeraman sanksi selama hampir lima dekade sejak 1979 dinilai telah membentuk skema adaptasi dan jalur perdagangan alternatif bagi Teheran.









