ADUPI, IDCTA dan ESGIN Kolaborasi Digitalisasi Industri Daur Ulang Plastik

ADUPI, IDCTA dan ESGIN Kolaborasi Digitalisasi Industri Daur Ulang Plastik

Ekonomi | sindonews | Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:12
share

Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI), Indonesia Carbon Trade Association (IDCTA), dan PT ESGIN Global Partners (ESGIN) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk memperkuat transformasi industri daur ulang plastik melalui digitalisasi dan sistem ketertelusuran. Kolaborasi ini menjadi bagian dari kontribusi sektor swasta dalam mendukung target pemerintah menuju 100 persen sampah terkelola pada 2029.

"ASEAN Recycling Summit bukan hanya bicara tentang Indonesia, tetapi bagaimana mencari inovasi terbaik dari ASEAN serta menawarkan inovasi Indonesia ke ASEAN. Ini adalah masalah semua, kita harus berkolaborasi," ungkap Christine Halim, Chairwoman ADUPI, dalam keterangan pers, Kamis (13/8/2026).

Baca Juga:Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja

Penandatanganan MoU berlangsung dalam ASEAN Recycling Summit 2026, bagian dari rangkaian Indo Waste & Recycling 2026 Expo & Forum, di Jakarta International Expo (JIEXPO), Kemayoran. MoU ditandatangani oleh Christine Halim, Riza Suarga (Chairman IDCTA), dan Yayang Ruzaldy (Vice President – Regional Head Indonesia PT ESGIN Global Partners).

Melalui kolaborasi ini, proses pengumpulan dan daur ulang akan terhubung dengan pencatatan data digital dan sistem ketertelusuran material. Data tersebut kemudian menjadi bagian dari Digital Monitoring, Reporting and Verification (Digital MRV) untuk menghasilkan informasi lingkungan yang lebih terukur dan dapat diverifikasi.

Sebagai implementasi awal, ketiga pihak akan menjajaki pengembangan IDCTA × ADUPI × ESGIN Circular Economy Digital MRV Pilot Project bersama perusahaan anggota ADUPI yang berpartisipasi secara sukarela. Pilot project ini diarahkan untuk membangun baseline assessment, kerangka digital traceability, verified recycling data, serta environmental impact assessment.ADUPI membawa kekuatan ekosistem industri daur ulang dengan menghubungkan perusahaan anggota, recycler, collector, bank sampah, dan pelaku industri terkait. ESGIN mendukung pembangunan infrastruktur digital melalui pengembangan Digital MRV, material traceability, dan digital verification. Sementara IDCTA memperkuat aspek carbon market readiness, carbon accounting, dan pengembangan jaringan pasar.

Baca Juga:Anak Diajarkan Bijak Mengelola Sampah Plastik Sejak Dini Lewat Kegiatan Interaktif

Salah satu prinsip utama kerja sama adalah menjaga environmental integrity. ADUPI, IDCTA, dan ESGIN menegaskan bahwa Plastic Credit dan Carbon Credit merupakan dua instrumen yang berbeda, dan setiap penerbitan klaim environmental unit harus memenuhi metodologi, standar, serta regulasi yang berlaku untuk mencegah double counting dan greenwashing.

Kolaborasi ini diharapkan memperkuat kontribusi industri daur ulang terhadap target pengelolaan sampah nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia dalam perkembangan circular economy, environmental market, green investment, dan climate economy ASEAN.

Topik Menarik