Rupiah Ditutup Menguat, IHSG Berakhir di Zona Merah

Rupiah Ditutup Menguat, IHSG Berakhir di Zona Merah

Ekonomi | sindonews | Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:55
share

Nilai tukar rupiah menguat tipis terhadap dolar AS pada akhir perdagangan Kamis (6/8), sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah. Rupiah naik 10 poin atau 0,06 ke level Rp17.923 per dolar AS, sementara IHSG turun 7,43 poin atau 0,12 ke posisi 6.343.

"Namun, para pedagang tetap berhati-hati karena kesepakatan tersebut belum berarti pembukaan kembali selat secara penuh; negosiasi mengenai biaya kargo, inspeksi, dan pengaturan keamanan yang lebih luas masih belum terselesaikan," kata Analis Pasar Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi dalam risetnya.

Baca Juga:IHSG Jaga Tren Penguatan hingga Kamis Pagi di 6.379, Transaksi Awal Cetak Rp662 M

Ibrahim mengatakan salah satu sentimen eksternal yang memengaruhi pasar berasal dari kabar Iran dan Oman yang disebut telah mencapai kesepakatan mengenai koordinat usulan jalur pelayaran melalui Selat Hormuz. Jalur strategis tersebut menangani sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas alam cair (LNG) global.

Prospek peningkatan lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz meredakan sebagian kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi berkepanjangan yang sebelumnya mendorong kenaikan harga minyak. Penurunan harga energi kemudian membuat investor mengurangi ekspektasi terhadap pengetatan kebijakan moneter lanjutan oleh Federal Reserve Amerika Serikat.

Pelaku pasar juga mencermati data ketenagakerjaan AS untuk memperoleh petunjuk mengenai arah kebijakan Federal Reserve. Data ADP National Employment menunjukkan perlambatan perekrutan sektor swasta pada Juli, sedangkan laporan nonfarm payrolls menjadi perhatian berikutnya.Dari dalam negeri, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 tercatat 5,29 secara tahunan, sedikit melambat dibandingkan 5,61 pada triwulan I, tetapi masih melampaui proyeksi pasar. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi pada semester I 2026 mencapai 5,45.

Baca Juga:Ekonomi RI Kuartal II Tumbuh 5,29, Rupiah Menguat ke Rp17.933

Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan berikutnya dan berpotensi melemah dalam rentang Rp17.920-Rp17.970 per dolar AS. Di pasar saham, sebanyak 278 saham menguat, 354 saham melemah, dan 331 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp18,1 triliun dengan volume 53,4 miliar saham, sementara sejumlah indeks utama turut melemah, yakni LQ45 sebesar 0,49, JII 0,49, IDX30 0,46, dan MNC36 0,39.

Sektor yang berada di zona merah meliputi konsumer non-siklikal, keuangan, infrastruktur, properti, teknologi, dan kesehatan. Sebaliknya, sektor energi, konsumer siklikal, transportasi, dan industri menguat. Adapun saham dengan kenaikan terbesar antara lain TMPO, PDES, dan FAST, sedangkan TALF, BACH, dan ROCK menjadi saham dengan penurunan terdalam.

Topik Menarik