India Resmikan Bandara Vizag, Gerbang Ekonomi Baru di Pesisir Timur

India Resmikan Bandara Vizag, Gerbang Ekonomi Baru di Pesisir Timur

Ekonomi | sindonews | Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:24
share

Pemerintah India meresmikan Bandara Internasional Alluri Sitarama Raju di Visakhapatnam (Vizag), Andhra Pradesh, sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas, menarik investasi, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di pesisir timur. Bandara yang dibangun oleh GMR Group dengan investasi lebih dari 56,4 miliar rupee atau sekitar USD591 juta tersebut dijadwalkan beroperasi pada 17 Agustus 2026.

"Jalan menuju kemakmuran adalah melalui investasi, produksi, ekspor, dan lapangan kerja," kata Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi saat meresmikan Bandara Internasional Vizag, sebagaimana dikutip dari keterangan pers Rabu (5/8/2026).

Baca Juga:Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia

Pembangunan bandara tersebut merupakan bagian dari strategi Pemerintah India untuk menjadikan Visakhapatnam sebagai pusat teknologi informasi sekaligus motor pertumbuhan ekonomi baru. Kota di pesisir timur India itu kini berkembang sebagai ekosistem teknologi dengan kehadiran berbagai perusahaan global, termasuk pusat data kecerdasan buatan (AI) milik Google, Nvidia, dan perusahaan teknologi lainnya.

Chairman Energy & International Airports GMR Group Srinivas Bommidala mengatakan Bandara Internasional Alluri Sitarama Raju diharapkan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi di pesisir timur India melalui peningkatan konektivitas, pengembangan sektor pariwisata, serta fasilitasi perdagangan internasional. Menurut dia, kolaborasi lintas negara, termasuk dengan Indonesia, akan semakin penting untuk memperkuat jaringan penerbangan dan aktivitas ekonomi di kawasan.

Bommidala menambahkan, Indonesia merupakan salah satu mitra strategis India. Sebab itu, pembukaan rute penerbangan langsung pada masa mendatang diyakini mampu mempererat hubungan ekonomi, perdagangan, investasi, hingga mobilitas masyarakat kedua negara.Bandara yang dibangun melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) itu memiliki kapasitas awal enam juta penumpang per tahun. GMR menyebut desain dan pengoperasiannya mengacu pada pengalaman pengembangan bandara greenfield di Hyderabad dan Goa, dengan target menjadikan Bandara Bhogapuram sebagai salah satu pusat penerbangan berkelas dunia yang mampu bersaing dengan bandara utama di Asia.

Baca Juga:GMR Bidik Ekspansi Bisnis di Indonesia, Perkuat Kerja Sama Sektor Penerbangan

Bandara tersebut diberi nama Alluri Sitarama Raju sebagai penghormatan kepada tokoh pejuang kemerdekaan India yang memimpin perlawanan terhadap penjajahan Inggris. Executive Director and Chief Innovation Officer GMR Group SG Kishore mengatakan penamaan tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah sekaligus sarana menanamkan nilai keberanian, kemandirian, dan semangat pantang menyerah kepada generasi muda India.

Pemerintah India bersama GMR berharap kehadiran Bandara Internasional Alluri Sitarama Raju tidak hanya meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi pintu gerbang pertumbuhan ekonomi di pesisir timur India melalui peningkatan investasi, perdagangan, dan pariwisata.

Topik Menarik