Amran Janji Sikat Habis Mafia Beras Fortifikasi
JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan akan menyikat habis mafia beras fortifikasi dalam satu hingga dua pekan ke depan. Langkah tersebut menyusul temuan penyimpangan dalam peredaran beras fortifikasi.
"Satu sampai dua minggu ke depan kami akan menuntaskan mafia beras. Ini perintah langsung Bapak Presiden,” katany dalam keterangan resminya pada Senin (3/8/2026).
Amran mengungkap, hasil pemeriksaan sementara menemukan indikasi beras biasa dipasarkan sebagai beras fortifikasi dengan harga mencapai Rp42 ribu per kilogram. Padahal, beras fortifikasi seharusnya mengandung tambahan vitamin dan mineral untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Menurutnya, praktik tersebut bukan hanya pelanggaran dalam perdagangan, tetapi juga telah merugikan masyarakat karena mengambil hak konsumen yang seharusnya memperoleh produk sesuai standar.
“Ini terlalu kejam. Beras biasa dijual sebagai beras fortifikasi sehingga selisih harganya bisa mencapai Rp20 ribu sampai Rp30 ribu per kilogram. Ini mengambil hak rakyat dan tidak manusiawi,” ujar Amran.
Dalam mengusut dugaan tersebut, Amran menyebut pemerintah telah mengambil sampel beras dari berbagai daerah sebagai bagian dari proses investigasi. Hasil pemeriksaan akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.
“Kalau terbukti melanggar, izinnya kami cabut. Kalau ada unsur pidana, kami proses hukum. Selama kami dipercaya Presiden memimpin Kementerian Pertanian, tidak ada ruang bagi mafia dan koruptor,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemerintah berkomitmen membersihkan tata kelola pangan dari praktik mafia demi melindungi hak konsumen dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap produk pangan nasional.
“Kami bekerja bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk generasi yang akan datang. Selama kami dipercaya Presiden, tidak ada ruang bagi mafia pangan. Kalau melanggar, izinnya dicabut. Kalau ada pidana, diproses hukum. Kami akan tuntaskan,” pungkas Amran.









