Daftar Industri Penyerap Lulusan SMK, dari Otomotif hingga Kimia

Daftar Industri Penyerap Lulusan SMK, dari Otomotif hingga Kimia

Ekonomi | okezone | Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:09
share

JAKARTA - Kementerian Perindustrian menyelenggarakan pendidikan vokasi industri pada jenjang SMK-SMAK dan SMK-SMTI yang dirancang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Para lulusan SMK tersebut pun langsung terserap ke dunia kerja.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pendidikan vokasi industri merupakan investasi strategis untuk menyiapkan tenaga kerja terampil yang akan menjadi penggerak utama transformasi industri nasional.

"Tangan-tangan para lulusan inilah yang akan menjadi bagian penting dari masa depan industri Indonesia," ujar Menperin saat melepas lulusan SMK-SMAK dan SMK-SMTI di SMK-SMAK Bogor, Sabtu (18/7/2026).

Industri pengolahan merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Berdasarkan data BPS, pada Triwulan I Tahun 2026, industri pengolahan tumbuh 5,04 persen, menyumbang 19,07 persen terhadap PDB nasional, menyerap lebih dari 20 juta tenaga kerja, serta memberikan kontribusi sekitar 82 persen terhadap ekspor nasional.

Artinya, kata Agus, sektor industri bukan merupakan bidang yang sedang melemah, melainkan terus tumbuh dan membutuhkan tenaga kerja baru yang kompeten.

Oleh karena itu, sembilan SMK di bawah pembinaan Kementerian Perindustrian terus mencetak lulusan yang kompeten untuk memenuhi kebutuhan industri tersebut. Kesembilan sekolah itu tersebar di berbagai daerah di Indonesia dengan spesialisasi yang beragam, mulai dari kimia industri, permesinan, otomasi industri, hingga mekatronika, yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan sektor manufaktur di masing-masing wilayah.

Lebih lanjut, Menperin mengingatkan para lulusan agar selalu menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme saat memasuki dunia kerja.

"Keunggulan kompetensi harus dibarengi dengan kejujuran dan integritas. Hasil kerja seorang analis maupun teknisi akan dipercaya karena dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Menjaga integritas berarti menjaga mutu produk Indonesia, melindungi konsumen, sekaligus memperkuat daya saing industri nasional di pasar global," ungkap Agus.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Doddy Rahadi menyampaikan bahwa kualitas lulusan sekolah vokasi Kementerian Perindustrian telah diakui oleh dunia industri.

"Hingga Juli 2026, sebanyak 1.483 orang atau 63 persen dari total 2.361 lulusan telah terserap di berbagai perusahaan industri. Capaian ini menunjukkan bahwa kompetensi lulusan SMK Kementerian Perindustrian sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri," kata Doddy.

Adapun lulusan SMK Kementerian Perindustrian telah bekerja di berbagai perusahaan manufaktur nasional, di antaranya PT Mayora Indah Tbk, PT Panasonic Gobel Energy Indonesia, PT Astra Daihatsu Motor, PT Toyota Boshoku Indonesia, PT Adhi Chandra Jaya, PT Sucofindo, PT LAPI Laboratories, PT Alamanda Global Health, serta sejumlah perusahaan manufaktur lainnya

Topik Menarik