JELI Siap Melantai di BEI, IPO Diburu 606 Ribu Investor
IDXChannel – PT Niramas Utama Tbk (JELI), produsen makanan dan minuman yang dikenal melalui merek INACO, mencatat tingginya antusiasme investor dalam Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO). Berdasarkan hasil penawaran umum, saham JELI mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) sebesar 273,37 kali pada porsi pooling dengan partisipasi mencapai 606.892 single investor identification (SID).
Masa penawaran umum berlangsung pada 1-3 Juli 2026, sedangkan saham JELI dijadwalkan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Juli 2026. Dengan harga IPO tersebut, investor sudah dapat berpartisipasi dalam penawaran perdana mulai dari 1 lot atau 100 saham, sehingga modal investasi yang dibutuhkan sekitar Rp90 ribu.
Melalui aksi korporasi tersebut, perseroan berpotensi menghimpun dana sekitar Rp239,4 miliar yang akan digunakan untuk mendukung ekspansi usaha, meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat jaringan distribusi, serta memenuhi kebutuhan modal kerja.
CEO PT Sucor Sekuritas Bernardus Wijaya mengatakan tingkat kelebihan permintaan pada IPO JELI menunjukkan masih adanya minat investor terhadap penawaran saham baru, meski pasar masih menghadapi dinamika.
"IPO PT Niramas Utama Tbk (JELI) mencatatkan oversubscription sebesar 273,37 kali pada porsi pooling dengan partisipasi 606.892 investor. Hasil tersebut menunjukkan bahwa di tengah kondisi pasar yang masih berfluktuasi, masih terdapat minat investor terhadap emiten yang dinilai memiliki prospek usaha. Kami mengapresiasi kepercayaan para investor serta kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam proses IPO ini," ujar Bernardus dalam keterangannya, Minggu (5/7/2026).
Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa investor masih memberikan apresiasi tinggi terhadap emiten yang memiliki fundamental kuat dan prospek bisnis yang menjanjikan.
"Hasil IPO ini menunjukkan masih adanya minat investor terhadap emiten di tengah volatilitas pasar. Kami mengapresiasi kepercayaan yang diberikan para investor serta kerja sama dengan manajemen JELI selama proses penawaran umum. Kami berharap pencatatan saham JELI dapat menjadi langkah awal bagi perseroan sebagai perusahaan terbuka dan mendukung perkembangan pasar modal Indonesia," katanya.
Sementara itu, Direktur PT Niramas Utama Tbk Adhi S. Lukman menyatakan tingginya minat investor menjadi dorongan bagi perseroan untuk menjaga kinerja dan menjalankan rencana bisnis sesuai target.
"Kami mengapresiasi kepercayaan yang diberikan investor dalam proses IPO ini. Ke depan, kami akan berupaya menjalankan rencana bisnis yang telah ditetapkan, memperkuat fundamental perusahaan, serta memenuhi tanggung jawab sebagai perusahaan terbuka melalui penerapan tata kelola yang baik," kata Adhi.
Adhi menambahkan, status sebagai perusahaan terbuka diharapkan dapat mendukung upaya perseroan dalam memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jaringan distribusi, serta mendukung pengembangan usaha ke depan.
Hasil IPO tersebut menunjukkan adanya minat investor terhadap saham JELI. Ke depan, perseroan berencana memanfaatkan dana hasil penawaran umum untuk mendukung ekspansi bisnis dan memperkuat posisinya di pasar domestik maupun internasional, sejalan dengan strategi pertumbuhan yang telah disusun.
Sekadar informasi, saham JELI dijadwalkan resmi tercatat dan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada 7 Juli 2026 dengan kode saham JELI.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, harga IPO tersebut mencerminkan Price to Earnings (P/E) sebesar 23,06 kali dan Price to Book Value (PBV) sebesar 6,18 kali. Perhitungan tersebut didasarkan pada laba per saham (EPS) sebesar Rp39,02 dan nilai buku per saham (Book Value per Share/BVPS) sebesar Rp145,52.
Perseroan menawarkan 266 juta saham baru dengan potensi dana yang dihimpun mencapai Rp239,4 miliar, lebih rendah dibanding rencana awal 350 juta saham. Perseroan berharap pencatatan saham ini dapat memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.
(Shifa Nurhaliza Putri)









