MNC Asia Holding Raup Laba Bersih Rp1,4 Triliun di 2025, Setujui Private Placement 8,6 Miliar Saham

MNC Asia Holding Raup Laba Bersih Rp1,4 Triliun di 2025, Setujui Private Placement 8,6 Miliar Saham

Ekonomi | sindonews | Selasa, 30 Juni 2026 - 08:38
share

PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT) membukukan laba bersih sebesar Rp1,4 triliun sepanjang tahun buku 2025. Capaian tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Jakarta, Senin (29/6).

"Perseroan mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp14,5 triliun pada tahun 2025, di mana kontributor utama pendapatan berasal dari sektor media sebesar 63,44 dari total pendapatan konsolidasi atau setara Rp9,2 triliun," demikian laporan resmi hasil RUPST dikutip pada Selasa (30/6/2026).

Baca Juga:Kinerja Solid, Laba Bersih MSIN Melonjak 140 Jadi Rp985 Miliar di 2025

Selain sektor media, pendapatan konsolidasi perseroan juga ditopang lini lembaga keuangan sebesar 24,7 atau senilai Rp3,6 triliun. Adapun sektor pertambangan berkontribusi sebesar 8,3, sedangkan sektor lainnya menyumbang 3,6 terhadap total pendapatan perseroan.

Dari sisi profitabilitas, emiten berkode saham BHIT tersebut mencatat EBITDA sebesar Rp3,9 triliun pada 2025. Perseroan juga membukukan margin EBITDA sebesar 27 dan margin laba bersih sebesar 10.Hingga akhir Desember 2025, total aset konsolidasian perseroan tercatat sebesar Rp73,7 triliun. Sementara itu, total liabilitas mencapai Rp33,3 triliun dan total ekuitas sebesar Rp40,4 triliun.

Dalam RUPST, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan. Rapat menerima pengunduran diri Liliana Tanaja Tanoesoedibjo dan Valencia Herliani Tanoesoedibjo dari jabatan komisaris, serta Susanty Tjandra Sanusi sebagai Wakil Direktur Utama. Sebagai penggantinya, pemegang saham menyetujui pengangkatan Anthony Putra Tjiptodihardjo sebagai anggota dewan komisaris perseroan.

Baca Juga:MNC Bank Jambi Serahkan Hadiah Motor Program Tabungan Dahsyat

Sementara itu, melalui RUPSLB, pemegang saham menyetujui rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (Non-HMETD) atau private placement sebanyak-banyaknya 8.606.815.670 lembar saham.

Rapat juga menyetujui penyesuaian Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan untuk menyesuaikan kegiatan usaha dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Tahun 2025 sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025.

Topik Menarik