Clipan Finance (CFIN) Tunjuk Jahja Anwar sebagai Direktur Utama
IDXChannel - PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) menunjuk Jahja Anwar sebagai nakhoda baru perseroan. Jahja akan menempati posisi Direktur Utama setelah Harjanto Tjitohardjojo mundur seiring berakhirnya masa jabatan lima tahun.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dilaksanakan Kamis (18/6/2026), perusahaan pembiayaan bagian dari Panin Group itu menyetujui pengangkatan Jahja Anwar selaku direktur utama yang baru.
Namun, dia baru akan menjabat efektif setelah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingat Clipan Finance merupakan perusahaan jasa keuangan. Jahja harus menjalani fit and proper test terlebih dahulu sebelum meraih restu regulator.
Jahja bukan orang baru di Clipan Finance. Dia bergabung dengan perseroan sejak 2012 sebagai Executive Vice President (EVP). Kemudian pada 2013, dia ditunjuk menjadi direktur perseroan hingga 2026.
Berbeda dengan pendahulunya yang lama berkarier di Astra Group, Jahja yang usianya lebih tua ketimbang Harjanto telah lama berkecimpung di industri jasa keuangan. Dia merupakan lulusan dari DePaul University of Chicago, AS tahun 1990.
Kariernya di dunia keuangan dimulai di PT Bank Central Asia Tbk (BCA), kemudian dipindah ke PT Lippo Bank pada 1998. Saat krisis di Indonesia, dia memutuskan pindah ke AS untuk memulai karier di PT Union Bank of California pada 1999.
Pria berusia 62 tahun tersebut tercatat bekerja di Wells Fargo Bank sebagai Country Manager sebelum bergabung dengan Clipan Finance (2004-2012). Sebelumnya lagi dia bekerja di Bank of New York sebagai Country Manager.
Meski tak muda lagi, pengalaman mentereng Jahja menjadi modal penting baginya untuk menakhodai Clipan Finance untuk mengarungi industri pembiayaan yang menantang.
Pada 2026, Clipan Finance membidik penyaluran pembiayaan baru senilai Rp5,8 triliun, tumbuh 17 persen dibandingkan 2025 yang sebesar Rp4,9 triliun. Pendapatan bersih juga dibidik tumbuh 5 persen menjadi Rp1,7 triliun dengan laba bersih naik moderat ke Rp223 miliar.
(Rahmat Fiansyah)









