Purbaya Buka Suara soal Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000

Purbaya Buka Suara soal Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000

Ekonomi | okezone | Rabu, 3 Juni 2026 - 21:24
share

JAKARTA – Menteri Keuangan sekaligus Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan tanggapan tegas terkait pergerakan nilai tukar rupiah yang terus melemah hingga mendekati level Rp17.900 per dolar AS. Kendati situasi pasar bergejolak, Purbaya menyatakan belum ada urgensi untuk menggelar rapat darurat KSSK di luar jadwal kuartalan.

Menurut Purbaya, stabilitas nilai tukar pada dasarnya berada di bawah kewenangan penuh Bank Indonesia (BI). Pemerintah memilih untuk memberikan ruang bagi bank sentral guna mengoptimalkan instrumen moneter yang mereka miliki.

"Pertama itu kan jurisdiksi Bank Sentral untuk menjaga nilai tukar. Itu biar mereka jalan dulu. Nanti kita lakukan rapat berkala secara normal aja," ujar Purbaya usai rapat RUU P2SK, Rabu (3/6/2026).

Purbaya menambahkan, koordinasi antarlembaga di tingkat deputi KSSK terus berjalan secara rutin setiap bulan untuk memantau situasi keuangan. Namun, apabila bank sentral merasa membutuhkan konsolidasi yang lebih cepat, KSSK siap merespons.

"Tapi kalau ada, kita bisa melihat ada koordinasi yang bisa ditingkatkan, sehingga memperbaiki nilai tukar, kita akan lakukan. Tapi kan sekarang itu masih dalam jurisdiksi Bank Sentral kita. Kecuali Bank Sentral minta rapat cepat, ya kita akan rapat cepat," tambahnya.

Ketika dimintai tanggapan mengenai proyeksi pelemahan rupiah yang berpotensi menembus level Rp18.000 pada bulan Juni ini, Purbaya menilai pelemahan tajam dalam satu hingga dua hari terakhir dipicu oleh maraknya sentimen negatif dan rumor yang tidak berdasar di pasar keuangan.

Salah satu rumor yang beredar adalah adanya instruksi dari dirinya agar perbankan nasional segera melakukan stress test (uji ketahanan) menghadapi skenario rupiah di atas Rp18.000. Purbaya secara langsung membantah spekulasi tersebut.

 

"Kalau kita lihat kan tiba-tiba aja penguatannya, pelemahannya 1-2 hari ini kan. Karena ada isu macem-macem, ada rumor macem-macem di pasar. Ada yang bilang saya suruh perbankan melakukan stress terst kalau rupiahnya Rp18.000 lebih. Padahal saya nggak pernah isu seperti itu. Jadi banyak isu-isu di pasar yang membuat sentimen ke rupiah negatif," tegasnya.

Menghadapi situasi tersebut, Purbaya menegaskan fokus utamanya saat ini adalah memperkuat fondasi riil perekonomian domestik demi menyokong stabilitas mata uang dalam jangka panjang.

"Tapi kalau kita lihat.... kewajiban saya adalah menjaga fondasi ekonomi aja. Supaya ekonominya berjalan terus semakin cepat, semakin cepat, semakin cepat. Karena pada akhirnya kita percaya rupiah akan ditentukan oleh fondasi ekonominya. Jadi untuk saya fokusnya di situ," jelasnya.

Purbaya juga menepis tudingan dari sejumlah pihak yang mengaitkan kejatuhan rupiah dengan kebijakan fiskal pemerintah yang dianggap bermasalah atau tidak kredibel. Ia memastikan bahwa data APBN Kita untuk bulan Mei justru menunjukkan performa yang jauh lebih sehat dibanding bulan sebelumnya.

Menkeu bahkan memberikan bocoran indikator keuangan negara, di mana angka defisit anggaran berhasil ditekan hingga ke level 0,7 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) dalam kurun waktu lima bulan pertama tahun ini.

"Ga ada. Anda pasti menuduh kebijakan fiskal, kan? Banyak yang bilang gara-gara fiskalnya berantakan. Nanti kita ketemu kapan? Minggu depannya? Ada update fiskal bulanan itu, fiskal APBN kita. Itu bulan Mei membaik kan dibanding bulan April," ungkap dia.

Ia memproyeksikan, jika dihitung secara tahunan menggunakan metode linier para ekonom, total defisit anggaran hingga akhir tahun diprediksi hanya akan berada di kisaran 1,7 persen hingga 1,8 persen dari PDB.

"Kalau saya kasih bocoran, itu defisitnya tinggal 0,7 dalam 5 bulan. Kalau kita hitung cara para ekonomi yang di luar itu ngitung, sekian bulan kali sekian bulan saya hitung, ikutin aja. 12 per 5 kali 0,7 kira-kira, kalau saya nggak salah hitung ya, 1,7-1,8 persen dari PDB. Jadi kalau di situ anggaran kita aman sekali. Cuma orang nggak akan pakai itu kan sekarang. Pasti mereka akan lihat yang paling jelek," kata Purbaya.

Selain defisit yang terjaga, Purbaya mengonfirmasi bahwa keseimbangan primer (primary surplus) pada bulan Mei kembali mencatatkan nilai positif yang lebih tinggi dari April. Dari sisi penerimaan negara, reformasi perpajakan yang digulirkan pemerintah diklaim sukses memacu pertumbuhan setoran pajak hingga di atas 22 persen dibandingkan tahun lalu.

"Tapi nggak apa-apa. Kita akan hitung Kita selalu hitung berdasarkan prediksi ekonomi dan prediksi yang benar, Bukan hanya sekian persikian kali sekian. di bulan Mei juga surplusnya, primary surplusnya positif lagi. Lebih tinggi dibanding bulan April Dan pendapatan pajak kita lebih bagus dibanding tahun lalu. Tumbuhnya 22 persen lebih. Jadi reformasi di perpajakan sudah menghasilkan peningkatan pendapatan perpajakan yang amat signifikan. Sehingga anggaran kita amat aman," urainya.

Purbaya memastikan seluruh visualisasi dan data detail mengenai kesehatan APBN ini akan dipaparkan secara transparan kepada publik dalam waktu dekat.

"Jadi kalau ada isu pemerintah kebijakannya ngaur, fiskalnya ugal-ugalan, enggak begitu. Kita makin bagus. Nanti saya kasih tahu di APBN Kita. Saya kasih lihat gambar satu persatu seperti apa. Kalau perlu..." tutup Purbaya.

Topik Menarik