5 Fakta Paket Stimulus Ekonomi Kuartal II-2026

5 Fakta Paket Stimulus Ekonomi Kuartal II-2026

Ekonomi | okezone | Minggu, 10 Mei 2026 - 08:16
share

JAKARTA - Pemerintah telah menyiapkan stimulus baru untuk memperkuat mesin perekonomian pada kuartal II-2026, sebagai strategi untuk mempertahankan kinerja ekonomi nasional agar tetap solid di atas 5 persen.

Berikut fakta-fakta peaket Stimulus Ekonomi Kuartal II-2026 yang dirangkum Okezone, Minggu (10/5/2026). 

1. Cegah Perlambatan Ekonomi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa tambahan dorongan ini sangat krusial untuk mencegah perlambatan ekonomi di tengah tekanan global maupun domestik. Purbaya berharap kebijakan ini mampu menjaga ritme pertumbuhan ekonomi yang pada kuartal I-2026 telah menyentuh angka 5,61 persen secara tahunan.

“Saya melihat kalau enggak didorong terus ekonominya, bisa melambat juga. Jadi saya coba kasih stimulus tambahan ke ekonomi,” ujar Purbaya di Jakarta.

 

2. Subsidi Mobil Listrik

Salah satu poin utama dalam paket stimulus ini adalah pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk pembelian kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Pemerintah akan memberikan subsidi yang nilainya dibedakan berdasarkan jenis baterai, di mana kendaraan dengan baterai berbasis nikel akan mendapatkan alokasi subsidi lebih besar guna mendukung hilirisasi nikel domestik.

3. Target Kouta

Target kuota awal yang disiapkan adalah 100.000 unit untuk mobil listrik dan 100.000 unit untuk motor listrik, dengan fleksibilitas penambahan jika serapan pasar tinggi. 

Program ini direncanakan mulai berjalan pada Juni 2026 dengan tujuan ganda: menekan konsumsi BBM serta mempercepat transisi energi.

“Langkah pertama ya 100.000 mobil, 100.000 motor. Kalau habis, bisa kita tambah lagi,” kata Purbaya. 

4. Kredit Bunga Murah

Selain sektor otomotif, pemerintah melalui LPEI (Indonesia Eximbank) akan meluncurkan program pembiayaan dengan bunga rendah bagi perusahaan eksportir. Fokus utama akan diberikan pada perusahaan yang membutuhkan peremajaan mesin produksi, terutama di sektor tekstil, dengan potensi bunga kredit ditekan hingga kisaran 6 persen atau bahkan lebih rendah.

“Kita ingin industri bisa dapat akses pembiayaan lebih murah supaya bisa ekspansi dan meningkatkan daya saing,” ungkap Purbaya.

5. Kondisi Ekonomi Tangguh

Purbaya menegaskan bahwa secara keseluruhan, kondisi ekonomi nasional tetap tangguh meskipun terdapat dinamika di beberapa sektor industri tertentu.

“Kita pastikan likuiditas cukup sehingga dunia usaha bisa bergerak. Pebisnis juga tidak perlu terlalu khawatir, ekonomi kita masih akan terus membaik,” pungkasnya.

Topik Menarik