Amman Mineral (AMMN) Cetak Laba USD162,60 Juta di Kuartal I-2026
IDXChannel - PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) membukukan laba bersih sebesar USD162,60 juta pada kuartal I-2026. Capaian ini menandakan perseroan berhasil membalikkan rugi pada periode sama setahun sebelumnya yakni USD137,63 juta.
EBITDA meningkat dari negatif USD42 juta pada kuartal I-2025 menjadi USD508 juta, dengan margin EBITDA sebesar 63 persen.
Peningkatan EBITDA didorong oleh kenaikan penjualan bersih, dengan dukungan tambahan dari harga realisasi logam yang lebih tinggi dan penjualan konsentrat.
“Kami mengawali tahun 2026 dengan eksekusi yang kuat dan kinerja operasional yang solid di seluruh lini bisnis. Dari sisi pertambangan, produksi konsentrat mencapai 167.792 metrik ton kering, didukung oleh peningkatan jumlah bijih segar yang ditambang serta perbaikan kadar bijih," ujar Direktur Utama AMMN Arief Sidarto dalam pernyataan resmi, dikutip Jumat (1/5/2026).
Dari sisi peleburan dan pemurnian, kata dia, perseroan terus meningkatkan kapasitas operasi smelter dan precious metal refinery (PMR), serta telah berhasil menyelesaikan uji jaminan kinerja di beberapa area utama. Uji yang tersisa menunjukkan perkembangan yang baik dan tetap berada pada jalur yang tepat untuk diselesaikan pada Juli 2026.
Seiring dengan masih diizinkannya ekspor konsentrat pada kuartal ini, perseroan melaksanakan program pemeliharaan tahunan smelter. Sebagai dampak dari waktu henti akibat pemeliharaan yang telah direncanakan serta penjualan sebagian konsentrat yang seharusnya diproses oleh smelter, tingkat produksi selama kuartal tersebut belum mencapai tingkat yang optimal.
Selama kuartal ini, produksi katoda tembaga mencapai 27.670 ton (sekitar 61 juta pon), yang merepresentasikan tingkat produksi rata-rata sebesar 50 persen, sementara produksi emas murni mencapai 66.209 ons, yang merepresentasikan tingkat produksi rata-rata sebesar 46 persen.
Proyek ekspansi utama perseroan yang masih berjalan, termasuk ekspansi pabrik konsentrator dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) terus berkembang sesuai rencana. Proyek-proyek ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas throughput, efisiensi energi, serta daya saing biaya secara keseluruhan.
Cetak Rekor 70 Bulan Berturut, Surplus Neraca Dagang RI di Februari 2026 Capai USD1,27 Miliar
Arief menyampaikan, sejak awal 2025, perseroan hanya diizinkan menjual produk logam jadi, seperti katoda tembaga dan emas murni, tidak dalam bentuk konsentrat seperti pada 2024. Namun, perseroan memperoleh izin ekspor konsentrat sementara pada 31 Oktober 2025, yang berlaku selama enam bulan hingga 30 April 2026.
Sehingga, penjualan bersih pada kuartal I-2026 mencapai USD808 juta, yang mencerminkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penjualan tersebut terdiri dari USD391 juta berasal dari katoda tembaga, USD82 juta dari emas murni, dan USD334 juta dari penjualan konsentrat.
"Penjualah bersih meningkat secara material karena kemampuan untuk menjual konsentrat serta ramp-up smelter yang berjalan secara stabil," ujarnya.
Arief menuturkan, kinerja keuangan kuartal I-2026 mencerminkan perubahan yang signifikan secara tahunan (YoY), didukung oleh kemampuan untuk mengekspor konsentrat, volume penjualan yang lebih tinggi dan harga yang lebih tinggi, serta kinerja operasional yang lebih kuat. Selama periode tersebut, perseroan menjual produk hasil pemurnian serta sekitar 30.013 metrik ton kering konsentrat, sehingga menghasilkan penjualan bersih sebesar USD808 juta.
"Peningkatan-peningkatan tersebut juga mencerminkan pemulihan yang signifikan pada profitabilitas AMMAN selama kuartal tersebut dibandingkan periode yang sama tahun lalu," katanya.
Meski demikian, ujar Arief, prioritas utama perseroan tetap memastikan kinerja smelter yang stabil, andal, dan berkelanjutan. Pada saat yang sama, inisiatif ekspansi perseroan yang lebih luas, termasuk CCPP, fasilitas regasifikasi LNG, dan ekspansi pabrik konsentrator, diharapkan semakin meningkatkan ketahanan operasional dan daya saing jangka panjang.
"Meskipun kami tetap mencermati ketidakpastian geopolitik jangka pendek, termasuk konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah yang telah berkontribusi terhadap kenaikan biaya energi dan beberapa biaya lainnya sejak Maret, kami yakin bahwa prospek jangka panjang tembaga dan emas tetap kuat, sehingga menempatkan AMMAN pada posisi yang baik untuk pertumbuhan berkelanjutan,” kata Arief.
Ingat! ASN WFH di Rumah, Bukan di Kafe
Volume material yang ditambang pada kuartal I-2026 mencapai 56 juta ton, sejalan dengan rencana penambangan. Volume bijih segar yang ditambang naik signifikan, naik dari 1 juta ton pada kuartal I-2025 menjadi 38 juta ton pada kuartal I-2026, yang mencerminkan perkembangan kegiatan penambangan yang telah direncanakan.
Selain itu, kadar tembaga yang diolah meningkat menjadi 0,53 persen pada kuartal ini, dibandingkan dengan 0,31 persen pada periode yang sama tahun lalu. Kadar emas juga mengalami peningkatan, dari 0,17 gram per ton menjadi 0,54 gram per ton.
Selama kuartal I-2026, kegiatan penambangan difokuskan pada akses badan bijih berkadar rendah hingga menengah di Fase 8. Fase 8 dimulai pada awal 2025, di mana aktivitas penambangan pada periode tersebut difokuskan pada pengupasan lapisan batuan penutup, sehingga jumlah bijih segar yang ditambang masih sangat terbatas.
Peningkatan signifikan dalam volume bijih segar yang ditambang pada kuartal I-2026 mencerminkan transisi yang telah direncanakan dari kegiatan pengupasan lapisan batuan penutup ke ekstraksi bijih segar, sesuai dengan rencana tambang.
Biaya penambangan per unit meningkat 29 persen YoY, dari USD2,53 per ton menjadi USD3,25 per ton, yang disebabkan oleh jarak angkut yang lebih panjang, kenaikan harga bahan bakar, serta penurunan total material yang ditambang.
Produksi konsentrat mencapai 167.792 metrik ton kering pada kuartal I-2026, naik 110 persen YoY. Produksi tembaga dan emas masing-masing mencapai 101 juta pon dan 136.115 ons, yang mencerminkan kenaikan YoY sebesar 173 persen untuk tembaga dan 321 persen untuk emas.
Dari operasi peleburan dan pemurnian, produksi katoda tembaga pada kuartal I-2026 tercatat sekitar 27.670 ton (setara dengan 61 juta pon), dengan tingkat produksi rata-rata sebesar 50 persen, sementara produksi emas murni mencapai sekitar 66.209 ons, atau setara dengan tingkat produksi rata-rata sebesar 46 persen.
(Dhera Arizona)










