To The Moon, Purbaya Sebut IHSG Bakal Tembus 28.000 pada 2029/2030

To The Moon, Purbaya Sebut IHSG Bakal Tembus 28.000 pada 2029/2030

Ekonomi | idxchannel | Senin, 27 April 2026 - 14:54
share

IDXChannel - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa meyakini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki potensi besar untuk melesat hingga ke level 28.000 pada periode 2029-2030, seiring dengan ekspansi ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Purbaya menilai, target tersebut sangat masuk akal jika berkaca pada rekam jejak pertumbuhan indeks di masa lalu.

"Let's say (katakanlah), sekarang (IHSG) 7.000 lah. Ekspansi kita akan berlangsung sampai 2029-2030. Itu saya bilang bisa 4-5 kali. Bisa lah 28.000 paling sial. Mereka bilang itu Purbaya gila," ujar Purbaya dalam sambutannya dalam acara Peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (27/4/2026).

Purbaya menampik anggapan bahwa angka tersebut tidak realistis. Dia membandingkan performa indeks pada periode 2002 yang masih berada di level 400-an, namun berhasil meroket hingga ke level 2.500 pada tahun 2009.

Menurutnya, lonjakan hingga 10 kali lipat dalam kurun waktu tertentu bukanlah hal baru bagi pasar modal Indonesia. Oleh karena itu, jika pertumbuhan ekonomi tetap terjaga di level yang tinggi, target 28.000 merupakan konsekuensi logis dari penguatan makro ekonomi domestik.

"Jadi itu bukan hal yang tidak mungkin kalau kita kembangkan pertumbuhan ekonomi yang baik dan itu pasti akan terjadi," ujar Ketua LPS periode 2020-2025 itu.

Salah satu pilar utama yang mendasari keyakinan pemerintah adalah profil investor pasar modal yang kini didominasi oleh generasi muda. Saat ini, jumlah Gen Z yang berinvestasi di pasar modal telah mencapai 57 persen dari total investor.

Meskipun saat ini kondisi pasar keuangan sedang mengalami gejolak akibat ketidakpastian global, Purbaya tetap memegang teguh proyeksi jangka pendeknya, yakni IHSG mampu menyentuh level 10.000 pada akhir tahun 2026. Fundamental ekonomi Indonesia yang solid diyakini akan menjadi pendorong utama pembalikan arah indeks.

"Bisa lah, ini kan masih gonjang-ganjing. Kalau ekonominya fundamentalnya bagus, nanti (IHSG) naik cepat," katanya.

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik