Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja di RI Turun, Keyakinan Konsumen Tergerus
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) pada periode Maret 2026 di angka 107,8 atau sedikit lebih rendah jika dibandingkan dengan pencapaian bulan sebelumnya yang menyentuh level 110,7.
Kendati mengalami tekanan, indeks tersebut sejatinya masih bertahan di zona optimistis atau di atas ambang batas 100. Apabila ditinjau dari latar belakang pendidikan, responden dengan gelar pascasarjana justru mencatatkan perbaikan indeks. Sebaliknya, angka IKLK bagi kelompok sarjana mengalami koreksi dari posisi 113,5 menjadi 110,8 pada Maret 2026. Demikian dikutip dari data BI, Jakarta, Sabtu (11/4/2026).
Penurunan indeks serupa juga terjadi pada kelompok masyarakat berpendidikan akademi dan diploma, yang sebelumnya berada di level 113,9 kini melemah ke 111,7. Sementara itu, untuk kelompok responden lulusan SMA, nilai IKLK mereka turun dari 107,9 menjadi 104,8.
Tingkat keyakinan mengenai peluang kerja juga menyusut di hampir semua kelompok usia, meskipun secara keseluruhan masih tetap berada di wilayah optimistis di atas 100. Namun, khusus untuk kelompok usia 51 tahun ke atas, indeks tersebut justru terperosok ke zona pesimistis dengan catatan 98,3.
Sebelumnya, indeks ketersediaan lapangan kerja sempat terjebak dalam level pesimistis selama lima bulan berturut-turut, yakni dari Mei hingga September 2025. Tren positif mulai terlihat pada Oktober 2025 dengan kenaikan yang berkelanjutan, sebelum akhirnya kembali melandai dalam survei Bank Indonesia terbaru pada Maret 2026.
Lebih lanjut, data Bank Indonesia mengindikasikan bahwa harapan konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja untuk kurun waktu enam bulan mendatang turut mengalami kontraksi. Hal ini tecermin dari angka Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja (IEKLK) yang melorot dari 131,7 menjadi 128,0.
Hasil survei BI pun menunjukkan bahwa Indeks Keyakinan Konsumen per Maret 2026 ikut tertekan ke level 122,9 dari posisi sebelumnya 125,2. Kondisi ini selaras dengan penurunan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini dan Indeks Ekspektasi Konsumen, yang masing-masing kini berada di level 115,4 dan 130,4.










