Harga Minyak Anjlok 16 Persen ke Bawah USD100 usai Gencatan Senjata AS-Iran
IDXChannel - Harga minyak dunia anjlok pada Rabu (8/4/2026), turun di bawah USD100 per barel, seiring harapan Selat Hormuz akan kembali dibuka setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyepakati gencatan senjata dua pekan dengan Iran.
Minyak mentah Brent ditutup jatuh 13,29 persen menjadi USD94,75 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS merosot tajam 16,41 persen menjadi USD94,41 per barel.
Pendiri Lipow Oil Associates Andrew Lipow mengatakan, seperti dikutip Reuters, harga minyak turun karena pasar mengantisipasi pembukaan kembali selat tersebut, sehingga pasokan energi yang sempat tertahan dapat kembali mengalir melalui jalur pelayaran utama.
Perubahan sikap Trump terjadi menjelang tenggat waktu yang ia tetapkan agar Iran membuka Selat Hormuz atau menghadapi serangan besar terhadap infrastruktur sipilnya.
Sekitar 20 persen pasokan minyak harian dunia melewati jalur perairan sempit tersebut.
“Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah!” tulis Trump di media sosial, setelah sebelumnya pada Selasa ia memperingatkan bahwa “seluruh peradaban akan mati malam ini” jika tuntutannya tidak dipenuhi.
Trump juga mengatakan pada Rabu bahwa AS akan bekerja sama erat dengan Iran dan membahas keringanan tarif serta sanksi dengan Teheran.
“Secara keseluruhan, pasar berharap lebih banyak minyak akan masuk ke pasar, tetapi tetap khawatir gencatan senjata ini sangat rapuh dan mungkin tidak bertahan lama,” ujar Lipow.
Di sisi lain, Israel melancarkan serangan terbesar ke Lebanon sejak konflik dengan Hizbullah pecah bulan lalu, meskipun kelompok yang didukung Iran itu menghentikan serangan ke Israel utara dan pasukan Israel di Lebanon dalam kerangka gencatan senjata.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf menyatakan melalui platform X bahwa sejumlah klausul utama dalam proposal gencatan senjata 10 poin telah dilanggar bahkan sebelum perundingan damai AS-Iran dimulai pada Jumat di Pakistan.
Ia menilai dalam kondisi seperti itu gencatan senjata bilateral atau negosiasi menjadi tidak masuk akal.
Siaga 1, Rupiah Tembus Rp17.000 per Dolar AS hingga Harga Minyak Diprediksi USD200 per Barel
Pelanggaran tersebut mencakup pelanggaran gencatan senjata di Lebanon, masuknya drone ke wilayah udara Iran, serta penolakan terhadap hak Iran untuk memperkaya uranium.
Sebelumnya, Trump mengatakan kepada PBS News, Lebanon tidak termasuk dalam perjanjian gencatan senjata antara AS dan Iran karena faktor Hizbullah.
Selat Masih Ditutup
Sumber pelayaran menyebut angkatan laut Iran mengancam akan menghancurkan kapal yang mencoba melintasi selat tanpa izin Teheran pada Rabu, sehingga jalur pelayaran masih ditutup.
Iran sebelumnya menyatakan akan menghentikan serangan jika serangan terhadap mereka dihentikan, serta menjamin jalur pelayaran aman di Selat Hormuz selama dua pekan dengan koordinasi angkatan bersenjata Iran.
Seorang pejabat senior Iran yang terlibat dalam perundingan mengatakan kepada Reuters bahwa Iran dapat membuka selat secara terbatas dan terkendali pada Kamis atau Jumat menjelang pertemuan pejabat AS dan Iran di Pakistan.
Analis Raymond James Pavel Molchanov mengatakan jalur aman kapal di Selat Hormuz akan menjadi poin penting dalam perundingan, dan harga minyak diperkirakan tetap berada jauh di atas level sebelum perang hingga ada bukti normalisasi pengiriman.
IHSG Sesi I Ditutup Anjlok 3,4 ke 7.321
Perusahaan pelayaran masih menunggu kejelasan logistik, sementara kilang minyak mulai menanyakan pemuatan minyak mentah baru setelah kesepakatan gencatan senjata.
Sumber industri juga menyebut Iran menyerang East-West Pipeline milik Arab Saudi hanya beberapa jam setelah gencatan senjata disepakati, yang merupakan satu-satunya jalur ekspor minyak mentah sejak konflik dimulai.
Sejumlah negara Teluk juga melaporkan peluncuran rudal dan serangan drone serta mengeluarkan peringatan kepada warga untuk berlindung.
Penurunan harga minyak sempat terpangkas setelah data pemerintah AS menunjukkan kenaikan persediaan minyak mentah lebih besar dari perkiraan.
Persediaan minyak mentah AS naik 3,1 juta barel menjadi 464,7 juta barel pada pekan yang berakhir 3 April, menurut Administrasi Informasi Energi AS.
Angka ini lebih tinggi dibandingkan perkiraan kenaikan 701.000 barel dalam jajak pendapat Reuters. (Aldo Fernando)










