Gibran Tinjau Proyek Dermaga SIG (SMGR) Senilai Rp14 Triliun

Gibran Tinjau Proyek Dermaga SIG (SMGR) Senilai Rp14 Triliun

Ekonomi | idxchannel | Sabtu, 7 Maret 2026 - 22:20
share

IDXChannel - Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, meninjau langsung perkembangan proyek dermaga dan fasilitas produksi milik PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), atau SIG, di Tuban, Jumat (6/3/2026).

Proyek tersebut berada dalam pengelolaan salah satu anak usaha SIG, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB), atau SBI, melalui kerja sama strategis dengan perusahaan Jepang, Taiheiyo Cement Corporation, yang telah terjalin sejak 2021.

Tiba di lokasi, Gibran meninjau langsung fasilitas dermaga yang dirancang untuk mendukung pengiriman semen curah ke pasar global dengan kapasitas pengiriman sekitar 500 ribu hingga 1 juta ton per tahun.

Dalam kunjungan kali ini, Gibran didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, serta Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra, bersama jajaran manajemen Perseroan. 

"(Pengerjaan proyek ini) Jelas perlu diapresiasi. Semoga segera operasional dan mendukung peningkatan kapabilitas bangsa di kancah global serta agenda pembangunan berkelanjutan, tidak hanya di Indonesia, tapi juga di mancanegara," ujar Gibran, dalam sambutannya, di sela kunjungan.

Dalam sambutan tersebut, Gibran juga menekankan pentingnya penerapan standar lingkungan dalam operasional fasilitas industri. Sementara, dalam keterengan resminya, Direktur Utama SIG, Indrieffouny, melaporkan bahwa progres proyek dermaga ini telah mencapai 99 persen, dan diproyeksikan menjadi fasilitas ekspor semen berkapasitas besar untuk memperkuat penetrasi pasar internasional.

Proyek dengan nilai investasi sekitar Rp1,4 triliun tersebut mencakup pengembangan sejumlah fasilitas produksi dan infrastruktur logistik. Salah satu pengembangan utama adalah peningkatan kapasitas Terminal Khusus dari 15.000 deadweight ton (DWT) menjadi 50.000 DWT melalui pembangunan jetty trestle dan jetty platform baru yang terhubung dengan jetty eksisting.

Selain itu, proyek juga mencakup pembangunan fasilitas produksi seperti blending silo system berkapasitas 8.000 ton, clinker silo system berkapasitas 15.000 ton, serta dua cement silo system masing-masing berkapasitas 18.000 ton.

"Untuk mendukung distribusi logistik, fasilitas ini dilengkapi tube conveyor sepanjang 4,1 kilometer, tripper conveyor, serta ship loader berkapasitas 1.000 ton per jam yang berfungsi memindahkan semen curah dari pabrik menuju kapal yang bersandar di dermaga," ujar Indrieffouny.

Menurut Indrieffouny, proyek ini ditargetkan rampung dan mulai beroperasi optimal pada pertengahan 2026. Nantinya, fasilitas tersebut akan memperkuat kemampuan ekspor perusahaan di tengah tantangan pasar domestik yang semakin kompetitif.

Bagi Perseroan, hadirnya proyek ini akan menjadi tonggak penting tidak hanya dalam memperkuat kapasitas distribusi, namun juga berkontribusi terhadap daya saing pasar ekspor dan memperkuat jaringan distribusi global Perseroan di tengah tantangan pasar domestik yang semakin kompetitif, serta kondisi overcapacity yang dihadapi industri semen domestik.

Indrieffouny menjelaskan, fasilitas baru ini diproyeksikan untuk mampu mengirim sekitar 450 ribu ton semen pada tahun pertama operasional dengan kapasitas maksimal hingga 1 juta ton per tahun. Pengembangan infrastruktur ini diharapkan memperkuat jaringan distribusi global perusahaan sekaligus mendukung ekspansi pasar ekspor semen Indonesia.

"Semoga kerja sama dengan Taiheiyo ini membawa hasil optimal dan berkontribusi pada pertumbuhan kinerja kedua grup. Dan yang paling penting, memperluas layanan karya anak bangsa di kancah dunia," ujar Indrieffouny.

(taufan sukma)

Topik Menarik