Distribusi Barang Konsumsi Meningkat, Kapasitas Angkutan Kontainer Kereta Naik 67 Persen
JAKARTA – Peningkatan distribusi barang konsumsi mendorong penambahan kapasitas angkutan kontainer pada layanan kereta logistik di rute Jakarta–Surabaya sejak 20 Februari 2026. Frekuensi perjalanan ditingkatkan dari dua kali menjadi enam kali per minggu sehingga kapasitas angkut naik sekitar 67 persen, dari 1.800 TEUs menjadi 3.000 TEUs per bulan, guna mendukung kelancaran distribusi sektor Fast Moving Consumer Goods (FMCG) dan manufaktur.
PT Kereta Api Logistik pun meningkatkan kapasitas angkut kontainer, khususnya pada rangkaian KA. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga ketahanan pasokan serta mendorong efisiensi distribusi barang, terutama untuk sektor FMCG.
Direktur Komersial KAI Logistik, Fahdel Akbar, menyampaikan perusahaan melihat tren permintaan angkutan kontainer yang terus bertumbuh, khususnya dari pelaku industri FMCG dan manufaktur.
“Oleh karena itu, sejak 20 Februari 2026 lalu kami meningkatkan frekuensi perjalanan pada rangkaian KA KALOG 3 dari dua kali per minggu menjadi enam kali per minggu. Dengan penambahan ini, kapasitas angkut meningkat sekitar 67 persen, dari 1.800 TEUs per bulan menjadi 3.000 TEUs per bulan,” ujar Fahdel, Sabtu (7/3/2026).
Dia menjelaskan bahwa penyesuaian kapasitas ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat peran moda kereta api pada segmen middle mile rantai pasok nasional.
“Peningkatan layanan ini bukan hanya untuk mengakomodasi kenaikan volume, tetapi juga memastikan konsistensi jadwal dan kepastian layanan bagi pelanggan. Kami ingin menghadirkan solusi logistik yang lebih andal, cepat, dan kompetitif bagi industri,” tambahnya.
Data internal KAI Logistik mencatat bahwa sepanjang 2025 perusahaan membukukan pertumbuhan volume angkutan kontainer sekitar 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Tren tersebut juga sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 5 Februari 2026 yang menyampaikan ekonomi Indonesia pada 2025 tumbuh 5,11 persen, lebih tinggi dibandingkan capaian 2024. Hal ini mencerminkan meningkatnya aktivitas produksi dan distribusi, termasuk pada sektor barang konsumsi.
Peningkatan konsumsi tersebut turut tercermin dari data terbaru Compas.co.id yang dipaparkan oleh Hanindia Narendrata, Co-Founder dan CEO Compas, yang menyebutkan bahwa nilai transaksi FMCG di platform digital melonjak hingga 168,7 persen dalam periode 2022–2025, dari Rp48 triliun menjadi Rp129 triliun.
Dinamika pergerakan barang yang semakin tinggi ini menjadi salah satu faktor pendorong optimalisasi layanan distribusi, termasuk melalui penguatan kapasitas pada rangkaian KA. Layanan ini secara khusus melayani rute strategis Jakarta (Sungai Lagoa)–Surabaya (Kalimas), dengan titik transit di Karawang (Klari). Kehadiran titik transit ini menjadi respons atas meningkatnya kebutuhan pelanggan di kawasan industri Klari yang mayoritas bergerak di sektor FMCG.
“Dengan kapasitas angkut kontainer yang kami tingkatkan, kami berharap dapat menjadi mitra strategis bagi perusahaan FMCG dan industri konsumsi lainnya dalam memfasilitasi pengiriman barang secara lebih optimal, konsisten, dan tepat waktu,” tutup Fahdel.










