BRI Gelontorkan Pembiayaan Gentengisasi Rp2 Miliar di Jatiwangi

BRI Gelontorkan Pembiayaan Gentengisasi Rp2 Miliar di Jatiwangi

Ekonomi | sindonews | Minggu, 1 Maret 2026 - 17:00
share

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memulai realisasi program "Gentengisasi Nasional" dengan mengucurkan pembiayaan mencapai Rp2 miliar untuk pemberdayaan sentra industri genteng tanah liat di Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat. Langkah ini merupakan bentuk dukungan perseroan terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan hunian rakyat yang lebih layak dan berkualitas dengan memanfaatkan produk lokal.

"Jadi nanti kalau sudah ada kontrak di antara pengrajin dan pembeli atau usernya, BRI ada di tengah," ujar Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, saat konferensi pers di BRILiaN Club, seperti dikutip Minggu (27/2/2026).

Baca Juga:BRI Siap Jadi Motor Pembiayaan Program Gentengisasi, Begini Skemanya

Dia mengatakan BRI akan memposisikan diri sebagai penengah yang menjamin kelancaran transaksi antara para perajin genteng dengan pengembang perumahan. Sebagai proyek percontohan atau pilot project, perseroan membidik sekitar 200 UMKM produsen genteng tanah liat di wilayah Jatiwangi yang selama ini dikenal sebagai sentra genteng nasional, meskipun belakangan mengalami tantangan dalam hal standar kualitas dan kuantitas produksi.

Hery menegaskan plafon pembiayaan yang digelontorkan bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan produksi di lapangan. Meski nilai awal yang dikucurkan terbilang moderat, perseroan berkomitmen untuk mendukung penuh kebutuhan permodalan para pengrajin agar dapat memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan oleh para pengembang. "Mungkin belum terlalu besar. Berapapun kita bisa biayainya," kata Hery.

Baca Juga:Proyek Gentengisasi Prabowo Dimulai, Sasar Permukiman Padat di Menteng

Program gentengisasi ini terintegrasi langsung dengan kebutuhan besar pada proyek rumah subsidi serta Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di wilayah Jawa Barat. Dengan adanya kucuran modal dari BRI, para pengrajin diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi dan memenuhi standar kualitas, sehingga rantai pasok material pembangunan tetap berbasis pada produk UMKM dalam negeri.

Dukungan perseroan untuk sektor perumahan ini diperkuat dengan alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan yang mencapai Rp6,10 triliun sepanjang tahun 2026. Hingga 26 Februari 2026, realisasi penyerapan dana tersebut menunjukkan tren agresif dengan nilai mencapai Rp3,42 triliun yang diserap oleh 25.909 debitur di seluruh Indonesia.

Topik Menarik