Menko Airlangga Ungkap 3 Poin Krusial di Balik Kebangkitan IHSG Siang Ini
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya menunjukkan tanda-tanda pemulihan dengan masuk ke jalur hijau pada perdagangan Selasa (3/2/2026) siang. IHSG pada sesi I hari ini ditutup naik 1,57 ke level 8.047,22
Menanggapi performa positif ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa kepercayaan investor mulai kembali seiring dengan bergulirnya agenda reformasi integritas pasar modal yang sangat masif.
Menko Airlangga menyoroti kembalinya aliran modal asing (net inflow) sebagai bukti bahwa pasar merespons positif langkah-langkah transparansi yang diambil pemerintah dan otoritas bursa. Baca Juga: Melesat Naik 1,57, IHSG Sesi I Sentuh Level 8.047
"Kalau kemarin kita lihat lebih dari 600 billion itu net inflow asing. Jadi 2 minggu terakhir net outflow tapi kemarin net inflow. Dan pagi ini masuk jalur hijau," ujar Airlangga di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Airlangga merinci tiga poin krusial dalam reformasi pasar modal yang menjadi motor penggerak kepercayaan pasar saat ini. Pertama, pemerintah mendorong peningkatan jumlah saham beredar di publik guna memastikan pasar lebih likuid dan kompetitif."Reform pasar modal kan tadi saya sudah sampaikan. Bahwa tentu ada beberapa hal yang penting yaitu peningkatan daripada likuiditas dari minimal 7,5 atau 10 sampai dengan 15 persen (free float),” katanya.
Baca Juga: Danantara Bukan Tombol Ajaib, Mampukah Menahan Kejatuhan Pasar Modal?
Menurut Airlangga, disclosure mulai 1 persen dengan standar transparansi kini diperketat. Jika sebelumnya hanya pemegang saham di atas 5 yang wajib dibuka identitasnya, kini batas tersebut diturunkan hingga level 1 persen, termasuk pengungkapan pemilik manfaat akhir (Ultimate Beneficiary Owner).
"Kemudian juga disclosure daripada others yang sebelumnya 5 persen itu turun menjadi 1 persen. Jadi diatas 1 persen harus di-disclose termasuk ultimate beneficiary owner-nya,” ungkap Airlangga. Pemerintah resmi menaikkan batas limit investasi institusi pengelola dana publik di pasar saham untuk menambah daya dorong domestik, terutama pada saham-saham blue chip. "Indonesia membuka kesempatan untuk dana pensiun untuk melakukan investasi di saham-saham yang baik tentunya, di saham-saham dengan fundamental kuat,” jelasnya.
“Dibuka dari 10 persen itu sejak tahun 2015 itu menjadi bisa sampai 20 persen untuk menaruh investasinya di pasar modal termasuk BPJS Naker dan Kesehatan. Dan ini tentu saham yang fundamentalnya kuat antara lain LQ45,” imbuh Airlangga.
Di sisi lain, Airlangga juga memberikan titik terang mengenai kekosongan kepemimpinan di OJK pasca-pengunduran diri sejumlah komisioner. Ia memastikan proses pembentukan Panitia Seleksi (Pansel) tengah berjalan di bawah kendali Kementerian Keuangan sesuai amanat undang-undang.
"Nanti berproses karena tentu berdasarkan undang-undang Menteri Keuangan sedang membentuk pansel. Dan kemudian berproses seperti yang didorong oleh undang-undang," pungkasnya.










