OJK Targetkan Demutualisasi BEI Rampung Semester I-2026
JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan proses demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat diselesaikan pada paruh pertama 2026. Langkah strategis ini merupakan transformasi struktural besar bagi bursa nasional yang bertujuan untuk mengadopsi standar pengelolaan kelas dunia.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menjelaskan bahwa kebijakan ini sangat krusial untuk memperbaiki struktur internal serta posisi pasar modal Indonesia di mata internasional.
“Kebijakan ini ditargetkan bisa rampung pada semester I 2026 dan tujuannya adalah untuk meningkatkan dan memperkuat tata kelola good governance, meningkatkan bentuk pengelolaan yang lebih profesional, serta mengurangi risiko benturan kepentingan,” ucap Mahendra dalam Konferensi Pers KSSK, Selasa (27/1/2026).
Demutualisasi ini secara teknis akan mengubah status BEI dari organisasi yang dimiliki secara eksklusif oleh para anggotanya (perusahaan efek) menjadi sebuah badan hukum Perseroan Terbatas (PT).
Perubahan status ini memungkinkan saham BEI dimiliki oleh masyarakat luas, yang diyakini Mahendra akan meningkatkan daya saing global pasar modal Indonesia.
Saat ini, landasan hukum proses tersebut sedang dimatangkan oleh pemerintah dalam bentuk Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP). OJK mengaku terus menjalin interaksi intensif dalam penyusunan draf tersebut guna memastikan skema yang ditetapkan sesuai dengan kebutuhan pasar.
“Mengingat rumusannya dilaksanakan oleh pemerintah dalam bentuk PP atau saat ini RPP demutualisasi bursa masih dalam pembahasan untuk skema yang akan ditetapkan,” imbuh Mahendra.
Dari sisi internal bursa, Direktur Penilaian BEI, I Gede Nyoman Yetna, menegaskan bahwa pihaknya tengah menyiapkan landasan studi yang kuat sebelum skema tersebut disodorkan kepada para pemegang saham sebagai pemutus kebijakan tertinggi.
Mengingat kompleksitas perubahan struktur ini, BEI berkomitmen untuk menyediakan analisis mendalam mengenai model bisnis baru yang paling memberikan keuntungan optimal bagi ekosistem pasar modal.
“Jadi kami sebagai sebuah institusi, tadi saya sampaikan, tugas kami apa? Kami menyediakan studi yang komprehensif. Modelnya seperti apa yang nanti memberikan optimal benefit untuk capital market,” ujar Nyoman beberapa waktu lalu.










