IHSG Sepekan Menguat 1,55 Persen, Tembus Rekor Tertinggi!

IHSG Sepekan Menguat 1,55 Persen, Tembus Rekor Tertinggi!

Ekonomi | inews | Jum'at, 16 Januari 2026 - 08:21
share

JAKARTA, iNews.id - Pasar modal Indonesia mencatatkan performa gemilang pada perdagangan pekan kedua Januari 2026. Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG selama sepekan menembus level psikologis baru dan mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah atau all time high (ATH).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 12-15 Januari 2026, IHSG mengalami peningkatan 1,55 persen dan ditutup ke level 9.075,406, naik signifikan dari posisi pekan lalu di level 8.936,754.

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad mengonfirmasi pencapaian historis tersebut yang dibarengi dengan lonjakan nilai pasar perusahaan-perusahaan tercatat.

"Hari ini, Kamis (15/1), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan kapitalisasi pasar bursa kembali mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (All Time High/ATH) masing-masing pada level 9.075,406 dan Rp16.512 triliun," kata Kautsar dalam keterangannya dikutip, Jumat (16/1/2026).

Adapun, peningkatan tertinggi pekan ini terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian bursa yang tumbuh 3,87 persen menjadi Rp32,68 triliun per hari. Kapitalisasi pasar BEI juga terkerek naik 1,29 persen menjadi Rp16.512 triliun.

Meski demikian, volume dan frekuensi transaksi harian mengalami sedikit koreksi masing-masing sebesar 2,68 persen dan 3,24 persen.

Investor asing terpantau masih sangat optimistis dengan mencatatkan nilai beli bersih (net buy) sebesar Rp947,45 miliar pada perdagangan Kamis (15/1/2026).

Secara akumulatif, sepanjang tahun 2026 ini, investor asing telah membukukan beli bersih sebesar Rp7,30 triliun.

Sementara itu, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 665 emisi dengan nilai outstanding sebesar Rp542,85 triliun dan 134,01 juta dolar AS.

Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di Bursa mencapai 190 seri dengan nominal fantastis sebesar Rp6.484,29 triliun serta 352,10 juta dolar AS.

Topik Menarik