Lo Kheng Hong Bocorkan Sektor Saham Jagoan di 2026

Lo Kheng Hong Bocorkan Sektor Saham Jagoan di 2026

Berita Utama | idxchannel | Senin, 5 Januari 2026 - 07:40
share

IDXChannel - Investor kawakan Lo Kheng Hong (LKH) membeberkan sektor-sektor saham yang menjadi fokus investasinya pada 2026.

Menurut dia, ada tiga sektor utama yang layak diperhatikan. “Perbankan, batu bara, dan perkebunan kelapa sawit,” kata Pak Lo, sapaan akrabnya, kepada IDXChannel.com, Jumat (2/1/2026).

Pria yang dijuluki Warren Buffett Indonesia tersebut menilai sektor perbankan tetap menarik karena ditopang laba yang besar dan konsisten. “Perbankan labanya besar. Lihat BBCA Rp43,40 triliun, BBRI Rp40,78 triliun, dan BMRI Rp37,73 triliun,” tutur dia.

Selain perbankan, dia juga menyoroti prospek sektor komoditas, khususnya batu bara dan minyak sawit mentah (CPO), yang dinilai masih akan sangat dibutuhkan ke depan.

“Batu bara dan CPO sangat dibutuhkan oleh China dan India, yang penduduknya masing-masing 1,4 miliar,” imbuh LKH.

Kebutuhan tersebut, lanjut Lo Kheng Hong, diperkuat oleh keterbatasan geografis kedua negara tersebut dalam memproduksi CPO. “Karena menanam sawit di China dan India tidak bisa tumbuh, sawit hanya bisa tumbuh di daerah tropis.”

Sebagaimana diketahui, Lo Kheng Hong tercatat menempatkan investasinya di sektor-sektor tersebut.

Sebelumnya, ia tercatat sebagai pemegang saham dengan kepemilikan lebih dari 5 persen di sejumlah emiten, antara lain produsen ban PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL), emiten media PT Global Mediacom Tbk (BMTR), perusahaan properti PT Intiland Development Tbk (DILD), emiten batu bara PT ABM Investama Tbk (ABMM), serta PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) yang bergerak di sektor perkebunan.

Selain itu, LKH juga tercatat memiliki saham di sejumlah bank besar, meskipun porsi kepemilikannya belum mencapai 5 persen.

Beberapa nama yang masuk dalam portofolio investasinya antara lain PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), serta sejumlah bank swasta seperti PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP), PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN).

Tak hanya itu, Pak Lo juga memiliki sebagian kecil saham di PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT), emiten sawit lainnya, serta PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), anak usaha Pertamina yang bergerak di sektor hilir gas bumi. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Topik Menarik