BPS Proyeksi Panen Raya Padi Terjadi di Awal 2026

BPS Proyeksi Panen Raya Padi Terjadi di Awal 2026

Berita Utama | inews | Selasa, 6 Januari 2026 - 11:18
share

JAKARTA, iNews.id - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan produksi padi dan beras dalam negeri menunjukkan tren peningkatan yang signifikan pada penghujung tahun 2025. Pihaknya pun memproyeksi panen raya akan terjadi di awal 2026.

Menurut Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini realisasi luas panen padi pada bulan November 2025 tercatat mencapai 0,57 juta hektare. Angka ini tumbuh 3,56 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Produksi padi pada November 2025 diperkirakan mencapai 3,20 juta ton GKG, atau naik 2,83 persen dibandingkan November tahun lalu. Sementara itu, produksi beras diperkirakan mencapai 1,85 juta ton, atau naik sebesar 2,83 persen dibandingkan November tahun lalu," ucap Pudji dalam rilis BPS di Jakarta, dikutip Selasa (6/1/2026).

Memasuki periode tiga bulan ke depan (Desember 2025–Februari 2026), Pudji memproyeksikan lonjakan luas panen yang sangat besar. Potensi luas panen diperkirakan mencapai 2,00 juta hektare atau melonjak sekitar 30,70 persen lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan luas lahan ini berbanding lurus dengan estimasi hasil produksi yakni produksi padi diprediksi mencapai 10,81 juta ton GKG (naik 32,58 persen) dan produksi beras diprediksi mencapai 6,23 juta ton (naik 32,51 persen).

Lonjakan ini diharapkan dapat memperkuat stok pangan nasional dan menjaga stabilitas harga beras di pasar domestik pada kuartal pertama tahun depan.

Selain padi, komoditas jagung juga menunjukkan performa yang cukup stabil. Pada November 2025, luas panen jagung mencapai 0,16 juta hektare, naik sekitar 10,09 persen secara tahunan.

"Sehingga diperkirakan produksi jagung pada November 2025 mencapai 1,03 juta ton jagung pipilan kering kadar air 14 persen (JPK KA 14 persen) atau naik sebesar 5,32 persen dibandingkan November 2024," tutur Pudji.

Untuk periode Desember 2025–Februari 2026, meskipun luas panen jagung diperkirakan mengalami penurunan tipis sebesar 0,15 persen menjadi 0,70 juta hektare, namun dari sisi produktivitas, volume produksi masih diprediksi tumbuh  
Sementara itu, potensi produksi jagung pipilan kering diperkirakan sebesar 4,22 juta ton, atau meningkat 0,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. 

Peningkatan produksi di kedua komoditas utama ini menunjukkan bahwa aktivitas sektor pertanian tetap produktif di tengah dinamika cuaca yang terjadi sepanjang tahun 2025.

Topik Menarik