OJK di HUT ke-37 AEI: Kinerja Pasar Modal Indonesia Tunjukkan Perkembangan Positif di 2025
JAKARTA, iNews.id - Kinerja pasar modal Indonesia menunjukkan perkembangan positif di sepanjang 2025. Hal itu diungkapkan Kepala Department Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Novira Indrianingrum.
Menurutnya, sepanjang 2025 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat pertumbuhan yang kuat, di mana hingga akhir November tahun ini IHSG ditutup di level 8.508 meningkat lebih dari 20 persen year to date.
"Pada akhir November tahun ini IHSG itu ditutup di level 8.508. Meningkat lebih dari 20 persen year to date, bahkan sempat mencapai posisi all time high pada level 8.602," ujar Novira dalam HUT ke-37 Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) di Bursa Efek Indonesia, Jumat (12/12/2025).
Kinerja positif tersebut juga tercermin dari kapitalisasi pasar yang mencapai Rp15.700 triliun atau sekitar 70 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Selain itu, likuiditas transaksi turut mencatat rekor baru dengan rata-rata nilai transaksi harian sekarang sudah mencapai Rp23 triliun.
"Jadi tertinggi sepanjang sejarah," lanjut dia.
Novira menjelaskan, peran investor domestik semakin signifikan, meskipun investor asing masih mencatat net buy. Kombinasi keduanya menunjukkan tingkat kepercayaan tinggi terhadap prospek pasar modal Indonesia.
"Dari sisi investor juga sekarang jumlah investor kita sudah mencapai 27 juta, tumbuh 30 persen year to date. Jadi menunjukkan semakin luasnya partisipasi masyarakat terhadap pasar modal Indonesia," imbuhnya.
Sementara dari sisi penghimpunan dana, pasar modal juga mencatat capaian solid. Total nilai penawaran umum sepanjang 2025 mencapai Rp239 triliun, melampaui target tahunan yang ditetapkan OJK.
Meski demikian, Novira menegaskan bahwa berbagai perbaikan tetap diperlukan untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan pasar modal Indonesia.
"Yang lebih penting adalah kita tetap harus melakukan perbaikan-perbaikan. Termasuk tadi disampaikan kualitas tata kelola, transparansi, ESG, dan komitmen terhadap keberlanjutan," katanya.










