Loading...
Loading…
Webinar Perindo, Kemendagri Sebut Perlu Akselerasi Pembangunan Pascapemekaran di Papua

Webinar Perindo, Kemendagri Sebut Perlu Akselerasi Pembangunan Pascapemekaran di Papua

Powered by BuddyKu
Ekonomi | Inews | Minggu, 14 Agustus 2022 - 17:53

SURABAYA, iNews.id - Akselerasi pembangunan diperlukan di wilayah Papua setelah proses pemekaran berhasil disahkan. Langkah ini dinilai cukup strategis dalam membawa kemajuan Papua.

Direktur Penataan Daerah, Otsus dan DPOD Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Valentinus Sudarjanto Sumito menuturkan, ada pemekaran tiga provinsi baru di Papua yakni, Papua Tengah, Papua Selatan dan Papua Pegunungan.

Kondisi Papua mendapatkan perhatian dari pemerintah. Termasuk isu di Papua Barat, terkait dengan sebaran penduduk menjadi isu utama. Serta sebaran desa tertinggal. Ada juga angka kemiskinan yang masih di atas rata-rata nasional, katanya, di sela-sela Webinar Partai Perindo: Percepatan Pembangunan Pasca Pemekaran Provinsi Papua, Jumat (12/8/2022).

Dia melanjutkan, ada juga konfigurasi politik lokal yang kini terus terjadi. Sehingga polarisasi antara masyarakat pegunungan serta masyarakat pesisir begitu tampak terlihat.

Karena itu, pemekaran daerah di Papua harus memberikan ruang bagi masyarakat lokal sebagai komitmen politik daerah.Sekaligus menjawab pertanyaan besar pemekaran ini untuk siapa nantinya, ucapnya.

Dia menambahkan, kuota khusus orang asli Papua di pemerintahan nantinya paling banyak yakni 80 persen. Termasuk juga kelonggaran syarat batas usia untuk PNS yang awalnya 35 tahun batas akhirnya, kini menjadi 48 tahun, katanya.

Ketua DPW Partai Perindo Papua, Raflous Doranggi menuturkan, fakta di Papua hari ini angka kemiskinan yang cukup tinggi. Semua ini menjadi pekerjaan rumah bagi semua pihak.

Pendekatan pembangunan masih dianggap tidak berkelanjutan. Masih banyak daerah di Papua yang masih rendah dalam perencanaan yang dilakukan. Kondisi ini perlu penegasan dan penataan yang baik, apakah nanti menjadi pelaku maupun penonton saja, katanya.

Saat ini, katanya, perlu pemetaan situasi serta pembuatan grand desain jangka panjang. Hal ini bisa dilakukan secara partisipatif dan terpadu. Akselerasi pembangunan pascapemekaran penting dan harus berdampak luas, ujarnya.

Original Source

Topik Menarik