Waspada, Sinar Ultraviolet Matahari Bisa Merusak Kulit Potensi Kanker

Waspada, Sinar Ultraviolet Matahari Bisa Merusak Kulit Potensi Kanker

Gaya Hidup | BuddyKu | Selasa, 3 Oktober 2023 - 11:04
share

Daerah Jakarta dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir ini tengah dilanda cuaca panas ekstrim dan gerah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi suhu panas menyengat yang belakangan terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya akan berlangsung cukup lama.

Bagi Anda yang banyak beraktivitas outdoor, kulit pasti sering mengalami paparan sinar UV dari matahari. Tanpa perawatan kulit yang cukup, hal ini dapat mengakibatkan berbagai dampak negatif terhadap kulit seperti penuaan dini, kerusakan kulit bahkan resiko kesehatan berbahaya bagi kulit.

Sinar Utraviolet atau UV ini merupakan sebuah radiasi elektromagnetis yang mempunyai panjang gelombang lebih pendek dari sinar pada umumnya yang kasat mata. Bersama ini. terdapat sinar UVA dan sinar UVB yang berpotensi besar merusak kulit.

Seperti disampaikan ahli perawatan kulit, dr. Gloria Novelita, sinar UVB mampu menyebabkan kerusakan kulit yang terlihat seperti sunburn yang ditandai kulit kemerahan. Sedangkan UVA menyebabkan kerusakan yang tidak terlihat secara kasat mata namun efeknya kronik, salah satunya seperti gejala kanker.

Dia pun menekankan pentingnya melindungi kulit dari pengaruh sinar UV ini. "Lindungi kulit dari pengaruh buruk ultraviolet dengan menggunakan tabir surya secara rutin," ungkap Gloria Novelita beberapa waktu lalu.

Untuk menjaga kulit dari sinar UV ini disarankan penggunaan pelembab dengan SPF (Sun Protection Factor) dan PA (Protection Against UV).

Jika SPF merupakan kemampuan sebuah tabir surya untuk mencegah timbulnya kemerahan di kulit akibat sinar UVB maka PA merupakan kemampuan suatu tabir surya untuk mencegah penggelapan akibat sinar UVA.

Topik Menarik