Seorang Guru Dimutasi Gegara Tolak Kebijakan Toilet Berbayar di Sekolah
Seorang guru pada MAN 1 Pamekasan, Madura dikabarkan mendadak dimutasi lantaran menentang kebijakan toilet berbayar. Guru bernama Mohamad Arif itu menentang kebijakan toilet berbayar yang diinisiasi kepala sekolah guna mencegah murid laki-laki merokok di toilet.
Disebutkan bahwa Kepala Sekolah MAN 1 Pamekasan tiba-tiba membuat aturan tentang toilet berbayar. Di mana setiap pelajar laki-laki yang ingin menggunakan toilet harus membayar biaya sebesar Rp500.
Kabar ini diungkap oleh sebuah akun Twitter dengan nama @kblgnunfaedh , pada Kamis, (21/9/2023).
Arif mengaku kecewa lantaran dirinya dimutasi ke salah satu madrasah swasta di Desa Campor, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, setahun yang lalu.
Ketika dimutasi, Arif bukan tanpa perlawanan. Dia sempat menanyakan masalah itu kepada Lukman, namun ketika itu Lukman mengatakan agar Arif tidak mencampuri kebijakan yang telah ia putusan.
Protes Arif terkait toilet berbayar sudah berlangsung tahun 2018 lalu. Di tahun yang sama, Arif dipecat sebagai tim pengendali mutu madrasah. Arif juga kehilangan jabatannya sebagai wakil kepala madrasah bidang kesiswaan.
Bulan September tahun 2022 kemarin, saya dimutasi. Dugaan saya diawali perseteruan soal toilet berbayar itu, katanya.
Sementara itu, Kepala MAN 1 Pamekasan, Noman Afandi menjelaskan kebijakan itu dibuat tahun 2018 karena toilet sering dijadikan tempat merokok oleh siswa.
Bahkan, kotoran air besar tidak dibersihkan dan bak air dikencingi sampai berbau pesing.










