Ini Sosok J. P. Coen, Gubernur Jenderal VOC yang Sulap Jayakarta Jadi Batavia 404 Tahun Lalu

Ini Sosok J. P. Coen, Gubernur Jenderal VOC yang Sulap Jayakarta Jadi Batavia 404 Tahun Lalu

Nasional | BuddyKu | Rabu, 31 Mei 2023 - 06:19
share

Siapa yang belum mengenal Jan Pieterszoon Coen? Gubernur Jenderal VOC yang satu ini kerap disebut-sebut dalam buku sejarah Indonesia, khususnya jika membahas Jakarta.

J. P. Coen ialah Gubernur Jenderal wilayah kongsi VOC keempat dan keenam. Ia pertama memerintah pada 1619 hingga 1623. Sementara itu, Coen memerintah untuk kedua kalinya pada 1627 hingga 1629.

Menceritakannya, pasti juga membahas armada VOC yang pertama kali berlabuh ke dermaga Jayakarta pada 1596. Dalam Tionghoa dalam Pusaran Politik oleh Benny G. Setiono, diceritakan setidaknya ada 3 ribu rumah saat itu, dan sebagian besarnya dikelilingi pagar tanaman hijau.

VOC harus membayar 1.200 real ke pejabat pribumi untuk memperoleh izin berdagang. Pejabat pribumi yang bertugas saat itu dikenal sebagai Pangeran Jayakarta. Sejak saat itu, kapal-kapal belanda diizinkan singgah di pelabuhan Jayakarta dan kompeni diperbolehkan membangun pos dagang sampai gudang di sana.

J. P. Coen pada akhirnya melihat potensi yang menguntungkan jika VOC dapat menguasai Jayakarta. Coen menyebut pada The Heeren XVII, VOC tak akan bisa menguasai perdagangan tanpa memerangi maupun sebaliknya, pada 1614. Jadi, VOC meski menghancurkan semua pihak yang merintangi, termasuk soal Jayakarta.

Menurut Nusantara: Sejarah Indonesia oleh Bernard Hubertus Maria Vlekke, Coen memang ahli strategi dagang yang ulung. Langkah awalnya ialah menghentikan semua pembelian lada yang mengacaukan pasar.

Ia kemudian mengancam bakal memindahkan semua pabrik VOC ke Jayakarta dan bernegosiasi dengan para pedagang Cina. Coen pun hampir bisa memaksakan harga lada turun drastis sampai 50 persen saat Inggris mulai ikut campur.

Sepak terjang Coen rupanya mengancam Kesultanan Banten yang ujungnya bekerja sama dengan Inggris dalam memerangi musuh bersama mereka: VOC. Pertempuran di laut pun tak terelakkan, pasukan gabungan Banten dan Inggris mulai menyerang kapal-kapal Cina yang hendak menuju Jayakarta.

VOC yang punya kantor dagang di Jayakarta pun tak bisa diam saja. Coen, menurut Vlekke, memerintahkan gudang kompeni di Jayakarta untuk diubah menjadi benteng pertahanan dan mulai menyerang pos-pos dagang Inggris di lokasi yang sama. Pasukannya pun membakar habis seluruh aset Inggris di Jayakarta.

Kubu Inggris pun murka, mengancam memotong semua jalur komunikasi VOC dengan dunia luar. Inggris kemudian mengerahkan 11 kapal tempur untuk berpatroli di sekitar perairan Jayakarta. Perang terbuka segera dimulai.

Topik Menarik