Polda Metro Minta Maaf Deklarasi Sumpah Pemuda Bundaran HI Tuai Polemik: Bahan Evaluasi

Polda Metro Minta Maaf Deklarasi Sumpah Pemuda Bundaran HI Tuai Polemik: Bahan Evaluasi

Berita Utama | inews | Sabtu, 31 Oktober 2026 - 20:38
share

JAKARTA, iNews.id - Polda Metro Jaya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat setelah kegiatan Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di Bundaran HI, Jakarta Pusat pada Kamis (29/10/2026) menuai polemik. Polisi menyatakan menerima berbagai kritik dan masukan dari masyarakat untuk dijadikan bahan evaluasi.

“Atas nama Polda Metro Jaya, kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat. Kami memahami kegiatan tersebut menimbulkan beragam tanggapan, dan setiap kritik yang disampaikan kami terima dengan lapang dada untuk menjadi evaluasi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dalam keterangannya, Sabtu (31/10/2026).

Budi menjelaskan, kegiatan tersebut digelar untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 dengan mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad serta kreator konten Willie Salim.

Budi menegaskan, kehadiran kedua tokoh tersebut merupakan undangan dari Polda Metro Jaya selaku penyelenggara. Menurutnya, Raffi Ahmad dan Willie Salim memiliki niat baik untuk turut memaknai peringatan Sumpah Pemuda.

“Saudara Raffi Ahmad dan Saudara Willie Salim datang atas undangan kami selaku penyelenggara. Keduanya berniat baik untuk turut memaknai Sumpah Pemuda,” ujar dia.

Dia menambahkan, Polda Metro Jaya menghormati setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat. Berbagai masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian.

“Sumpah Pemuda mengajarkan persatuan, dan nilai itu ingin kami jaga bersama seluruh elemen bangsa. Setiap masukan akan kami jadikan bahan evaluasi agar pelayanan kami terus menjadi lebih baik,” tutupnya.

Sebelumnya, Raffi Ahmad akhirnya buka suara terkait kehadirannya dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI yang disorot publik. Lewat unggahan di Instagram, Raffi menegaskan dirinya hanya hadir sebagai undangan. Bahkan, informasi mengenai acara tersebut baru diterimanya pada malam sebelum kegiatan digelar.

“Assalamualaikum Wr Wb, Selamat malam, izinkan saya untuk meluruskan informasi yang sedang berkembang di media sosial saat ini. Saya hadir dalam kegiatan deklarasi Sumpah Pemuda kemarin sebagai undangan yang informasinya baru saya terima pada malam sebelum acara,” tulis Raffi, dikutip Sabtu (31/10/2026).

Dia juga menegaskan tidak terlibat dalam perencanaan maupun penyusunan acara. Raffi mengaku tidak mengetahui secara detail susunan kegiatan maupun pihak-pihak yang hadir, termasuk sejumlah orang yang disebut-sebut sebagai mahasiswa.

“Saya tidak terlibat dalam perencanaan maupun penyusunan acara, serta tidak mengetahui detail susunan acara dan pihak-pihak yang hadir,” ujarnya.

Sementara itu, Willie Salim juga memberikan klarifikasi dan meminta maaf terkait kehadirannya dalam acara tersebut. Dalam unggahan di Instagram, Willie menjelaskan kehadirannya dalam acara tersebut karena mendapat undangan dan sama sekali tidak terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan.

“Halo teman-teman, saya ingin memberikan penjelasan terkait kehadiran saya dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda kemarin. Saya hadir karena mendapatkan undangan,” tulis Willie, dikutip Sabtu (31/10/2026).

Dia juga menegaskan tidak terlibat dalam pengaturan peserta acara yang belakangan diketahui bukanlah mahasiswa, tetapi mengenakan almamater kampus. Willie mengaku tidak menerima bayaran ataupun imbalan dalam bentuk apa pun atas kehadirannya.

“Saya tidak terlibat dalam penyelenggaraan maupun pengaturan peserta acara, serta tidak menerima bayaran ataupun imbalan dalam bentuk apa pun,” katanya.

Topik Menarik