Duh! Rombongan Turis Israel Diduga Mencuri di Toko Suvenir Lombok
JAKARTA – Sekitar 20 turis perempuan asal Israel dituduh mencuri barang dagangan di Gili Meno, Nusa Tenggara Barat (NTB). Perselisihan dengan pemilik toko itu berujung pada pembayaran USD3.000 atau sekitar Rp48 juta agar mereka dapat meninggalkan pulau tersebut.
Dilansir dari Ynet, insiden itu terjadi pada Jumat 23 Oktober 2026 ketika rombongan yang melakukan perjalanan selama dua minggu mengunjungi sejumlah toko di Gili Meno, salah satu Kepulauan Gili di lepas pantai Lombok.
Kemudian ada seorang pemilik toko berkewarganegaraan Jerman menuduh rombongan tersebut mencuri cincin, parfum, dan pakaian renang. Pemilik toko lain kemudian menyampaikan tuduhan serupa.
Menurut para turis, pemilik toko awalnya menuduh seluruh rombongan tanpa menunjuk individu tertentu sebagai terduga pelaku. Rekaman kamera pengawas mereka juga diunggah ke grup Facebook lokal, disertai tuduhan pencurian.
"Pencuri. Jika ada yang melihat tamu ini, mohon tahan dia," bunyi salah satu unggahan.
"Kelompok ini berasal dari Israel dan pemandu wisatanya adalah seorang wanita dengan aksen Bali. Mereka membeli dan mengambil beberapa barang dari butik kami. Mohon berikan informasi."
Perselisihan memanas ketika petugas setempat bersama pemilik toko mendatangi hotel tempat rombongan menginap dan menggeledah tas mereka. Para turis meminta penggeledahan hanya dilakukan terhadap barang-barang milik orang yang diduga terekam mencuri. Namun, pihak berwenang menolak permintaan itu dengan alasan kemungkinan tersangka bertindak bersama orang lain atau menyerahkan barang curian kepada anggota rombongan.
"Pengalaman itu sangat tidak menyenangkan, dan bagian terburuknya adalah mereka memperlakukan kami sebagai sebuah kelompok, bukan sebagai individu," kata seorang turis.
Turis lainnya menggambarkan kejadian tersebut sebagai pengalaman yang memalukan. "Orang-orang berdiri di pinggir lapangan merekam kami seperti sekumpulan monyet," katanya.
"Itu sangat memalukan," imbuhnya.
Menurut rombongan tersebut, penggeledahan hanya menemukan kotak lipstik kosong. Sebelum penggeledahan selesai, salah satu pemilik toko menawarkan penyelesaian dengan pembayaran antara USD2.000 hingga USD6.000. Kedua pihak akhirnya sepakat pada angka USD3.000, yang disebut pemilik toko untuk menutupi kerugian akibat dugaan pencurian.
"Kami tidak punya pilihan. Kami terpaksa membayar," kata seorang wanita.
Pihaknya memahami bahwa harus pergi dari sana dan menghindari pemandu lokalnya mendapat masalah. Kendati perempuan yang dituduh mencuri menolak ikut membayar ganti rugi. Dia membantah melakukan pencurian dan menyebut dirinya menjadi sasaran "pengadilan massa".
Dalam tanggapannya kepada Ynet, perempuan tersebut kembali membantah tuduhan itu. "Semua itu omong kosong. Saya tidak mengambil apa pun. Ini hanya konspirasi," katanya.
"Pemilik toko ingin menghasilkan uang, dan buktinya adalah mereka menggeledah tas kami dan tidak menemukan apa pun," tegasnya.
Sementara itu, anggota rombongan lainnya menyatakan rekaman kamera pengawas menunjukkan dugaan pencurian tersebut. Mereka juga mengaku telah memperingatkan perempuan itu bahwa insiden tersebut berpotensi memicu persoalan diplomatik, tetapi dia tetap menyangkal tuduhan.
Kedutaan Israel Beri Pendampingan
Perwakilan Kedutaan Besar Israel di Singapura, yang menangani urusan diplomatik Israel terkait Indonesia berkomunikasi dengan rombongan dan memberikan arahan. Perwakilan tersebut menyarankan perempuan yang dituduh mencuri untuk tetap berada di hotel.
Para turis mengaku khawatir seluruh anggota rombongan akan ditangkap, terlepas dari keterlibatan masing-masing dalam dugaan pencurian.
"Itu adalah insiden traumatis," kata anggota kelompok tersebut.
"Yang kami inginkan hanyalah meninggalkan pulau itu dan naik feri ke Bali," ujarnya.
Konfrontasi berlangsung sejak Jumat. Rombongan tersebut akhirnya meninggalkan Gili Meno dengan feri menuju Bali pada Sabtu malam dan kembali ke Israel keesokan harinya.
Mereka mengaku lega karena insiden itu terjadi menjelang akhir perjalanan selama dua minggu. Meski demikian, para turis menegaskan tidak mengalami permusuhan terkait kewarganegaraan Israel selama sisa kunjungan mereka.
Gili Meno merupakan pulau terkecil dan paling tenang di antara tiga Kepulauan Gili. Pulau yang terletak di lepas pantai barat laut Lombok itu dikenal dengan pantai-pantainya yang relatif sepi dan menjadi tujuan wisata bagi pengunjung yang mencari suasana liburan tropis yang tenang.









