Presiden Prabowo: Pemimpin Tidak Boleh Lugu, Harus Waspada

Presiden Prabowo: Pemimpin Tidak Boleh Lugu, Harus Waspada

Berita Utama | inews | Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:35
share

JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan para pemimpin agar tidak bersikap lugu dalam menghadapi berbagai tantangan dan persaingan. Menurutnya, pemimpin harus selalu ingat dan waspada agar tidak mudah dimanfaatkan.

Hal itu disampaikan Prabowo saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Prabowo mengatakan, bangsa Indonesia pada dasarnya dikenal sebagai bangsa yang santun, ramah dan terbuka terhadap tamu. Namun, Prabowo mengingatkan agar keramahan dan kebaikan tersebut tidak membuat Indonesia menjadi naif dalam menghadapi persaingan.

"Saya berkali-kali menyampaikan bangsa Indonesia ini dasarnya adalah bangsa yang santun, bangsa yang ramah, bangsa yang suka dengan tamu. Dasar kita begitu. Tapi kadang-kadang keramahan kita, kebaikan kita, ya, kadang-kadang menjadi naif," kata Prabowo.

Menurut Prabowo, sikap terlalu lugu dapat menjadi kelemahan dalam situasi persaingan. Karena itu, dia meminta para pemimpin untuk lebih berhati-hati.

"Ya naif itu lugu, dianggap lugu, dan kadang-kadang dalam dunia persaingan, ya, lugu itu dianggap, dianggap bego gitu, nggak pinter. Jadi kita harus hati-hati, ya," ujarnya.

Prabowo kemudian menyinggung filosofi kepemimpinan Jawa yang mengajarkan bahwa seorang pemimpin tidak boleh bersikap lugu dan harus selalu waspada. Menurutnya, prinsip tersebut juga diajarkan dalam berbagai budaya di Indonesia.

"Dan benar sebetulnya di kalangan kita pun kita di ajaran-ajaran filosofi kepemimpinan Jawa juga diajarkan, pemimpin nggak boleh lugu. Ya. Saya kira di suku, di semua suku juga diajarkan, ya, pemimpin tidak boleh lugu, pemimpin harus waspada," kata Prabowo.

Dia kemudian mengutip filosofi Jawa 'eling lan waspodo', yang berarti ingat dan waspada. "Pemimpin itu kalau di filosofi Jawa, eling lan waspodo. Ingat dan waspada," ujarnya.

Prabowo juga mengibaratkan pentingnya kewaspadaan melalui penggunaan api dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, api dibutuhkan, tetapi dapat membahayakan apabila tidak digunakan secara hati-hati.

"Api, kita ajarkan anak kita, api ini panas. Api perlu, tapi kalau tidak hati-hati, api itu bahaya. Kita butuh api, tapi api bisa mencelakakan kita," kata Prabowo.

Prabowo menegaskan, kewaspadaan harus diiringi dengan kepercayaan diri terhadap kemampuan bangsa Indonesia. Dia menyebut Indonesia sebagai bangsa yang besar dan kaya.

"Jadi saudara-saudara, ini sebagai pemimpin ya kita waspada. Tapi yang saya tekankan adalah kita harus sekarang punya rasa percaya diri. Bahwa kita ini bangsa yang kaya, bangsa yang besar," katanya.

Topik Menarik