JWSI Resmi Diluncurkan, Dorong Penguatan Ekosistem Wirausaha Sosial
JAKARTA, iNews.id - Jaringan Wirausaha Sosial Indonesia (JWSI) resmi diluncurkan untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan sosial di Indonesia. Kehadiran jaringan ini diharapkan mampu mendorong kolaborasi, memperluas akses permodalan, hingga menciptakan lapangan kerja melalui pengembangan usaha yang memberikan dampak sosial dan lingkungan.
Peluncuran JWSI berlangsung dalam rangkaian KUMPUL Connect for Change Summit 2026 di Jakarta, Selasa (20/10/2026). Jaringan ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi antara pelaku wirausaha sosial, investor, dan pemerintah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Dewan Penasihat JWSI sekaligus Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2020-2024, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, kehadiran JWSI diharapkan menjadi bagian dari solusi pembangunan nasional melalui penguatan kewirausahaan yang berorientasi pada dampak sosial.
"JWSI akan menjadi bagian dari solusi pembangunan bangsa kita, mengedepankan kewirausahaan yang berdampak terhadap penciptaan lapangan kerja, terhadap juga keberlanjutan lingkungan, dan yang terpenting adalah menciptakan ekosistem. Ekosistem ini adalah inovasi-inovasi yang semakin nanti bisa memberikan akselerasi kepada pertumbuhan ekonomi Indonesia," ucap Sandi.
Sandi menambahkan, penguatan ekosistem kewirausahaan sosial juga berpotensi mempercepat inovasi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Karena itu, dukungan pemerintah melalui kebijakan dinilai penting untuk mendorong pengembangan jaringan tersebut.
Sandiaga optimistis JWSI dapat menghadirkan berbagai terobosan yang mampu meningkatkan daya saing nasional. Bahkan, ia berharap jaringan tersebut turut berkontribusi dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
"Saya yakin dengan hal-hal yang konkrit yang dilaksanakan oleh JWSI, harapannya adalah daya saing Indonesia itu akan meningkat. Dengan singkat karena kita tidak punya banyak waktu, 2045 kita menyasar kepada Indonesia Emas dan JWSI harus menjadi bagian dan pilar pencapaian Indonesia sebagai negara maju di tahun 2045," tuturnya.
Lebih lanjut, Sandiaga menekankan pentingnya pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui JWSI. Pasalnya, sektor UMKM disebut berkontribusi sebesar 65 persen terhadap perekonomian nasional dan menyerap 97 persen lapangan kerja.
Dalam pengembangan jaringan, JWSI juga membidik keterlibatan ratusan ribu pelaku wirausaha sosial. Dari sekitar 340.000 wirausaha sosial yang disebut ada di Indonesia, Sandiaga menargetkan JWSI dapat menjangkau 10-20 persen pada tahun pertama.
"Target pertama kita tahun ini 10 sampai 20 persen dan dengan kerja keras tim, kita yakin dalam 5 sanpai 10 tahun ke depan, paling tidak 100.000 sampai 200.000 jaringan pengusaha, kita menyebutnya sekarang pengusaha sosial atau wirausaha sosial ini bisa menjadi bagian dari perjuangan JWSI," kata Sandiaga.
Sementara itu, Pendiri dan Ketua JWSI sekaligus Executive Director, Special Projects AVPN, Dini Indrawati Septiani, menjelaskan, pembentukan JWSI dilatarbelakangi adanya kesenjangan antara investor sosial dan pelaku usaha sosial dalam mengakses sumber pendanaan.
Dini menyebut, banyak investor sosial sebenarnya memiliki sumber daya dan kesiapan untuk mendukung pengembangan usaha sosial. Namun, mereka kerap kesulitan menemukan pelaku usaha yang kredibel dan sesuai dengan kebutuhan investasi.
Melalui JWSI, pihaknya ingin membangun platform yang mampu menghubungkan kebutuhan investor dengan peluang pengembangan usaha sosial. Jaringan ini juga diharapkan dapat membantu mengidentifikasi dan memverifikasi pelaku usaha sosial yang sesuai dengan kebutuhan investor.
"JWSI masuk sebagai jembatan untuk mengisi kesenjangan antara investor sosial dan juga perusahaan sosial, sehingga kita dapat benar-benar mengidentifikasi memverifikasi kategori perusahaan sosial mana yang sebenarnya dapat memenuhi kebutuhan dari para investor sosial," tuturnya.









