Gunung Semeru Meletus Lagi, Abu Vulkanik Tebal Membubung Setinggi 1 Km ke Langit
LUMAJANG, iNews.id - Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Kamis (17/9/2026). Letusan gunung tertinggi di Pulau Jawa ini memuntahkan kolom abu setinggi sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 1 kilometer.
Erupsi terjadi pukul 09.06 WIB berdasarkan laporan petugas pengamatan gunung api Mukdas Sofian.
Kolom abu hasil letusan teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke timur laut dan timur.
Aktivitas erupsi tersebut juga terekam melalui seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi selama 140 detik.
"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Kamis, 17 September 2026, pukul 09:06 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 1.000 meter di atas puncak," tulis Badan Geologi, Kamis (17/9/2026).
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi bahaya akibat aktivitas Gunung Semeru.
PVMBG mengimbau masyarakat tidak beraktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Di luar wilayah tersebut, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan.
Kawasan tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak Gunung Semeru.
Selain itu, masyarakat maupun wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru.
Area tersebut dinilai rawan terhadap bahaya lontaran material vulkanik berupa batu pijar saat terjadi erupsi.
PVMBG juga meminta masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, serta lahar di sepanjang aliran sungai maupun lembah yang berhulu dari puncak Gunung Semeru.
Beberapa jalur yang menjadi perhatian yakni Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Selain itu, potensi lahar juga dapat terjadi di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Masyarakat diminta terus mengikuti informasi resmi terkait perkembangan aktivitas Gunung Semeru dan tidak melakukan aktivitas di kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona rawan.









