Ruben Onsu Bantah Paksa Anak Mualaf: Saya Sering Antar Onyo ke Gereja

Ruben Onsu Bantah Paksa Anak Mualaf: Saya Sering Antar Onyo ke Gereja

Berita Utama | sindonews | Rabu, 16 September 2026 - 14:41
share

Presenter kenamaan Ruben Onsu diduga meluruskan tudingan yang menyebut dirinya memaksa anak-anak untuk mualaf. Polemik ini bermula setelah pihak Sarwendah melayangkan gugatan balik (rekonvensi) yang menyinggung status mualaf sang presenter.

Melalui unggahan di Instagramnya, Ruben mengungkapkan bahwa anak-anaknya justru menjadi pihak pertama yang mengetahui keputusannya memeluk agama Islam, jauh sebelum kabar tersebut tersebar ke publik.

"Sebelum saya memberitahukan ke publik, justru anak-anak saya yang tahu terlebih dahulu kalau saya sudah menjadi seorang muslim. Saya menjelaskan bagaimana kita tetap saling support, dan saat itu jawaban mereka yang membuat suasana cair," ungkap Ruben Onsu dikutip Rabu (16/9/2026).

Baca Juga : Sarwendah Masukkan Soal Agama Ruben Onsu dalam Gugatan Hak Asuh Anak

Ruben bahkan mengenang momen hangat saat anak-anak menemaninya menunggu waktu berbuka puasa pada Ramadhan lalu. Namun, ia menegaskan tak pernah terlintas dibenaknya untuk memaksa sang buah hati untuk pindah keyakinan.Baginya, urusan keyakinan menjadi ranah personal dan panggilan hati masing-masing individu.

"Dan sampai saat ini Onyo tinggal sama saya, tidak sedikit pun terucap dari mulut saya untuk mengajak dia ikut keyakinan saya," tegas Ruben.

Lebih jauh, Ruben mengungkap momen toleransi lainnya saat akhir pekan tiba. Ia menceritakan rutinitasnya yang kerap turun tangan langsung mengantar Onyo beribadah di gereja.

"Bahkan ketika di hari Minggu karena driver libur, jadi saya sering antar dia ke Gereja Katedral Jakarta Pusat," tuturnya.

Baca Juga : Ruben Onsu Siap Somasi Balik Sarwendah, Kuasa Hukum Singgung Dugaan PenggelapanMenariknya, letak Gereja Katedral yang berseberangan dengan Masjid Istiqlal justru mendatangkan berkah tersendiri bagi Ruben. Sambil menanti sang putra selesai misa, Ruben memanfaatkan waktu tersebut untuk beribadah dan mendalami agama barunya.

"Lalu saya menunggunya sambil saya melakukan ibadah Ashar di Masjid Istiqlal. Sambil menunggu kabar kalau Onyo sudah selesai, justru karena Onyo saya jadi banyak bisa lakukan salat sunah dan lanjut menghafal surat-surat yang jadi PR saya dari guru ngaji saya," beber Ruben.

"Menciptakan dan saling support membuat kami terus belajar untuk kita hidup berdampingan untuk saling menghormati dari segala perbedaan. Karena agama itu sebuah keyakinan bukan paksaan. Dan perbedaan keyakinan itu bukan alasan," pungkasnya.

Topik Menarik