152 Siswa SMP di Tana Toraja Diduga Keracunan MBG, Dilarikan ke 3 Rumah Sakit
TANA TORAJA, iNews.id - Sebanyak 152 siswa dari dua sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, diduga mengalami keracunan massal setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para siswa terpaksa dilarikan ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Dua sekolah yang terdampak yakni SMP Negeri 1 Tana Toraja dengan jumlah 127 siswa. Kemudian SMP Negeri 2 Tana Toraja sebanyak 25 siswa.
Para siswa mengalami sejumlah keluhan kesehatan seperti mual, muntah, sakit kepala, hingga nyeri perut setelah mengonsumsi menu MBG.
Akibat kejadian tersebut, para korban mendapatkan perawatan di tiga fasilitas kesehatan, yakni Rumah Sakit Lakipadada, Rumah Sakit Sinar Kasih, dan Rumah Sakit Fatima Makale.
Hingga kini, penyebab pasti dugaan keracunan MBG tersebut masih belum diketahui. Pemerintah dan pihak terkait masih menunggu hasil pemeriksaan medis serta penyelidikan untuk memastikan penyebab kejadian.
Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg mengatakan, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah langkah penanganan, termasuk memastikan ketersediaan fasilitas kesehatan bagi para siswa yang terdampak.
"Tentunya kita menyiapkan semua hal yang harus dilakukan. Ada tiga rumah sakit di Toraja ini yang siap semua untuk merawat korban," ujarnya, Kamis (3/9/2026).
Menurut dia, informasi awal menyebut dugaan keracunan berkaitan dengan makanan program MBG. Namun, pemerintah masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab sebenarnya.
"Informasi yang ada karena pengaruh makanan MBG, tapi kami akan lihat dulu untuk memastikan kejadian ini," katanya.
Zadrak juga meminta seluruh rumah sakit memberikan pelayanan maksimal kepada para siswa yang menjalani perawatan.
"Saya sudah sampaikan ke pimpinan rumah sakit agar ditangani sesegera dan semaksimal mungkin," ucapnya.
Sementara itu, jumlah siswa yang datang ke rumah sakit masih terus bertambah. Petugas medis masih melakukan pendataan serta pemeriksaan terhadap para siswa yang mengalami keluhan serupa.
Pemerintah Kabupaten Tana Toraja bersama pihak terkait masih melakukan pemantauan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian sekaligus memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan yang dibutuhkan.









