GRIB Jaya Tegaskan Tak Terlibat Kematian Bambang Pedagang Cermin: Kami Tak Sampai Pejompongan

GRIB Jaya Tegaskan Tak Terlibat Kematian Bambang Pedagang Cermin: Kami Tak Sampai Pejompongan

Berita Utama | inews | Senin, 31 Agustus 2026 - 16:21
share

JAKARTA, iNews.id - Organisasi kemasyarakatan Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya menegaskan tidak terlibat kematian Bambang Setiyawan (60), pedagang cermin yang diduga menjadi korban penganiayaan dalam kericuhan di Pejompongan pada Kamis (27/8/2026) malam. Wilson Colling dari Divisi Hukum DPP GRIB Jaya menegaskan, saat kericuhan pihaknya hanya berada di kawasan Slipi.

"Bahwa antara kematian dengan lokasi yang ketua umum dan masyarakat sekitarnya turun itu jauh berbeda, Pejompongan dan Slipi. Ketua umum bersama masyarakat itu tidak bisa melakukan sampai ke Pejompongan, karena areanya cuma sampai Peninsula dan Polres Jakarta Barat yang lama," kata Wilson saat ditemui di Jakarta Barat, Senin (31/8/2026).

"Mereka tidak bisa jebol sampai ke sana, oleh karenanya kematian itu dikait-kaitkan dengan GRIB itu sangat salah, tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya," sambungnya.

Dalam kesempatan itu, dia juga merespons mengenai video viral seseorang dianiaya oleh orang tidak dikenal. Dia menegaskan, penganiayaan tidak dilakukan anggota GRIB Jaya.

Wilson meminta publik mengamati video itu secara berulang-ulang. Pasalnya, seluruh anggota GRIB yang turun ke jalan menandai dirinya dengan ikat kepala putih. 

"Lalu ada juga yang katanya dipukul dan lainnya, itu juga berbeda. Karena kalau kita lihat, orang-orang kita yang boleh bilang GRIB itu kan sudah ada tanda. Semua orang tahu ada video, ada ikat kepala putih kan? Nah, kan itu pasti tandanya kepala putih," kata dia. 

Dia menjelaskan, anggota GRIB Jaya yang turun saat aksi demo 27 Agustus 2026 tidak bermaksud untuk menghalangi aspirasi masyarakat dalam menyampaikan pendapat. Sebab, demo yang dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) telah membubarkan diri dengan tertib sebelum pukul 18.00 WIB.

Pihak GRIB Jaya baru turun ke jalan pada malam hari untuk menghalau massa agar situasi tidak meluas menjadi tindakan anarkis maupun vandalisme.

"Jadi harus bisa dipisahkan antara demo yang ada di DPR RI yang sudah bubar dan yang ada di Slipi sekitarnya. Itu jam juga berbeda, jamnya jam 11 malam," katanya.

Topik Menarik