Kebakaran 4 Rumah di Makassar, 1 Orang Ditemukan Tewas Terjebak Api
MAKASSAR, iNews.id - Kebakaran hebat melanda empat rumah semipermanen di Jalan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis malam. Dalam kejadian tersebut, seorang warga ditemukan petugas pemadam kebakaran dalam keadaan tewas saat pembasahan.
Saat terjadi insiden, kobaran api dengan cepat membesar dan melahap bangunan rumah yang berada di kawasan padat penduduk. Rekaman video warga memperlihatkan api membakar sejumlah bangunan hingga rata dengan tanah.
Kondisi rumah yang saling berdempetan serta lokasi yang berada di dalam lorong sempit membuat api cepat merambat ke bangunan lainnya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar Fadli Welang mengatakan, petugas tiba di lokasi sekitar 12 menit setelah menerima laporan. Puluhan personel dikerahkan untuk penanganan kebakaran rumah tersebut.
"Kurang lebih 12 menit anggota sudah ada di lokasi kebakaran usai menerima laporan. Personel yang turun 35 orang dan berhasil memadamkan api sekitar 45 menit," ujar Fadli, Jumat (21/8/2026).
Sebanyak 35 personel dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan proses pendinginan di lokasi kejadian. Namun, petugas sempat mengalami kendala karena akses menuju lokasi cukup sempit dan banyak warga yang berkerumun.
Setelah api berhasil dikendalikan, petugas memeriksa area rumah yang terbakar. Dari hasil pendataan, terdapat empat rumah yang terdampak kebakaran. Petugas kemudian menemukan satu korban berjenis kelamin laki-laki dalam kondisi meninggal dunia.
"Dari pendataan ada empat rumah terbakar dan ditemukan satu jasad jenis kelamin laki-laki," kata Fadli.
Korban diduga tidak sempat menyelamatkan diri karena terjebak di dalam bangunan saat api membesar. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Petugas damkar bersama pihak terkait masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui sumber awal munculnya api.
Selain menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut juga menyebabkan sejumlah rumah semi permanen mengalami kerusakan berat hingga tidak dapat digunakan kembali. Petugas mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat dengan bangunan yang mudah terbakar.









