Korban Meninggal Gempa Kolombia Meningkat Menjadi 294 Orang
BOGOTA - Jumlah korban tewas akibat gempa bumi di Kolombia meningkat menjadi 294 orang, demikian disampaikan oleh Unit Nasional untuk Manajemen Risiko Bencana (UNGRD) pada Sabtu (15/8/2026) melalui platform media sosial X. Angka tersebut—yang tercatat per pukul 06.30 waktu setempat (11.30 GMT)—menunjukkan penambahan enam orang dibandingkan jumlah korban pada Jumat (14/8/2026).
UNGRD menyatakan bahwa 3.935 orang mengalami luka-luka dan 320 orang masih dinyatakan hilang.
Tim pencarian dan penyelamatan terus melanjutkan operasi mereka sementara pihak berwenang berupaya menemukan korban hilang, memberikan bantuan medis, dan menilai kerusakan akibat bencana tersebut.
UNGRD mengoordinasikan respons darurat nasional serta mengumpulkan informasi dari pihak berwenang dan badan-badan darurat sembari para pejabat menilai dampak gempa.
Jumlah orang yang dilaporkan hilang tetap menjadi fokus utama upaya penyelamatan, dengan tim darurat yang terus berupaya melacak keberadaan mereka.
Pihak berwenang juga sedang menilai kerusakan infrastruktur dan mengidentifikasi kebutuhan masyarakat seiring berlanjutnya operasi penanganan bencana.
Layanan darurat telah mengerahkan personel dan sumber daya, sementara pemerintah daerah membantu warga dan mengoordinasikan upaya pemberian bantuan.
Tim penanganan bencana berupaya mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan paling mendesak masyarakat, sementara pihak berwenang terus mengumpulkan informasi mengenai tingkat kerusakan.
Pihak berwenang mengimbau warga untuk mematuhi instruksi dari layanan darurat dan tetap waspada selama operasi penyelamatan dan penilaian kerusakan berlangsung.
Angka korban tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring kemajuan operasi penyelamatan serta verifikasi informasi yang diterima pihak berwenang dari wilayah terdampak.
UNGRD terus menerima dan menyusun informasi dari pihak berwenang serta badan-badan darurat di lapangan untuk memperbarui data mengenai jumlah korban tewas, luka-luka, dan orang hilang.
Angka-angka terbaru ini merupakan data terkini yang dirilis oleh badan penanggulangan bencana, namun perubahan lebih lanjut masih mungkin terjadi seiring verifikasi kasus-kasus individu.
UNGRD diperkirakan akan memberikan informasi terbaru begitu ada data tambahan yang tersedia.









