Siap-Siap! Pembelian Pertalite Bakal Dibatasi, Ini Kelompok yang Dilarang

Siap-Siap! Pembelian Pertalite Bakal Dibatasi, Ini Kelompok yang Dilarang

Berita Utama | inews | Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:40
share

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah akan membatasi pembelian Pertalite mulai akhir tahun ini. Adapun, kelompok yang dilarang membeli BBM subsidi tersebut adalah masyarakat mampu, termasuk kelompok desil 9 dan 10. 

Menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, sistem pembatasan tersebut tengah diuji dan ditargetkan mulai diterapkan sebelum pergantian tahun.

"Nanti kan kita sedang menguji sistem, saya sudah melihat sistemnya. Mereka bisa saja yang di desil 9-10 tidak bisa beli yang bersubsidi. Mereka harus bayar harga Pertamax atau yang lain," kata Purbaya di Gedung Djuanda I Kemenkeu, Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Selain berdasarkan kelompok ekonomi, kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, pembatasan juga akan mempertimbangkan jenis kendaraan. Kendaraan mewah menjadi salah satu kategori yang disorot pemerintah dalam penyaluran Pertalite.

"Jadi gini, nanti menyangkut dengan pembatasan itu nanti kan ada jenis kendaraan. Jangan pakai BMW, pakai Mercy, masa pakai minyak subsidi. Itu yang dimaksudkan oleh Pak Menteri (Keuangan) tadi," ungkapnya.

Bahlil menegaskan kebijakan tersebut tidak diarahkan untuk menaikkan harga BBM bersubsidi. Pemerintah tetap menjaga harga BBM subsidi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, di tengah pergerakan harga minyak mentah dunia atau Indonesian Crude Price (ICP).

"Yang kedua, saya sama Pak Menteri bersepakat bahwa harga ICP dunia yang tidak menentu sampai sekarang, kami dua punya komitmen atas dasar perintah Pak Presiden bahwa harga BBM subsidi tidak akan naik. Ini yang paling penting. Dan kami juga merumuskan ketika harga dunia itu turun maka harga yang non-subsidi pun bisa melakukan penyesuaian dengan harga dunia. Kalau turun, ya turun. Kalau naik, ya terkoreksi juga untuk kenaikan," ujar Bahlil.

Purbaya mengatakan, pembatasan Pertalite tidak serta-merta membuat konsumsi BBM secara nasional turun drastis. Perubahan utama terjadi pada penerima manfaat subsidi karena kelompok masyarakat mampu akan diarahkan menggunakan BBM nonsubsidi.

"Konsumsi mungkin akan sama, cuma subsidi akan berkurang karena sebagian terpaksa beli yang tidak bersubsidi. Kita lihat nanti seperti apa, kita sedang pelajari sistemnya seperti apa, yang jelas saya sudah lihat sistemnya bisa dijalankan, mobil per mobil, atau desil per desil. Yang jelas kita incar adalah yang atas aja supaya mereka beli sesuai dengan kemampuan mereka," tutur Purbaya.

Terkait waktu penerapan, Purbaya menyebut pemerintah menargetkan sistem pembatasan Pertalite dapat berjalan sebelum memasuki tahun anggaran berikutnya.

"Sebelum tahun depan. Akhir-akhir tahun lah," pungkas Purbaya.

Topik Menarik