Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.943 per Dolar AS Jelang Rilis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2026

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.943 per Dolar AS Jelang Rilis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2026

Berita Utama | inews | Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:14
share

JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar AS pada perdagangan, Rabu (5/8/2026). Rupiah naik 0,47 persen ke Rp17.943 per dolar AS.

Pergerakan positif mata uang Garuda terjadi di tengah sikap pelaku pasar yang menantikan rilis resmi data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kuartal II 2026.

Tren penguatan ini sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang di kawasan Asia. Dolar Taiwan memimpin penguatan sebesar 0,41 persen, disusul peso Filipina yang naik 0,36 persen, serta won Korea Selatan yang terangkat 0,30 persen. 

Selain itu, ringgit Malaysia menguat 0,13 persen, baht Thailand bertambah 0,05 persen, dolar Singapura naik 0,03 persen, dan yuan China merangkak naik 0,01 persen. 

Sebaliknya, rupee India dan dolar Hong Kong mengalami pelemahan tipis terhadap mata uang Paman Sam, masing-masing terdepresiasi sebesar 0,05 persen dan 0,01 persen.

Apresiasi mata uang kawasan dipicu oleh meningkatnya tekanan terhadap greenback pascarilis data lowongan kerja Amerika Serikat (Job Openings and Labor Turnover Survey/JOLTS) yang berada di bawah ekspektasi pasar. 

Di samping itu, sentimen risiko global terpantau membaik berkat adanya laporan terkait kemajuan kesepakatan antara AS dan Iran, yang memicu optimisme akan dibukanya kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong menjelaskan bahwa melemahnya indeks dolar AS akibat rilis data tenaga kerja serta meredanya tensi di Selat Hormuz menjadi pendorong utama pergerakan positif rupiah.

"Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS yang tertekan oleh data JOLTS AS yang lebih lemah dari perkiraan dan optimisme pembukaan kembali Selat Hormuz setelah muncul laporan bahwa AS dan Iran hampir mencapai kesepakatan," ujar Lukman dalam risetnya.

Meski demikian, Lukman menilai laju kenaikan rupiah masih berpotensi tertahan mengingat para investor cenderung berhati-hati menunggu rilis data PDB kuartal II 2026 yang dijadwalkan diumumkan pemerintah pada siang hari.

Data pertumbuhan ekonomi tersebut bakal menjadi indikator kunci bagi arah pergerakan rupiah dan pasar keuangan domestik.

Jika pertumbuhan PDB melampaui ekspektasi, sentimen pasar terhadap aset-aset Indonesia diprediksi kian membaik.

Untuk sepanjang hari ini, Lukman memproyeksikan rupiah bergerak dalam kisaran Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS.

Topik Menarik